
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kegiatan
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung kembali mewacanakan pembukaan rute baru Transjabodetabek tahun ini. Tujuannya, untuk memudahkan warga Jakarta bermobilisasi ke daerah penyangga, begitu juga sebaliknya, dengan menggunakan angkutan umum. Kebijakan itu diambil Pramono untuk mengurangi tingkat kemacetan tinggi di Jakarta karena warga daerah menggunakan angkutan pribadinya keluar masuk ke Jakarta.
Adapun rute baru yang akan dibuka yakni Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) serta Cawang–Jababeka. Menurutnya, kedua rute itu memiliki kebutuhan tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku perjalanan harian.
"Laporan dari kepala dinas perhubungan DKI, kebutuhan rute Blok M ke Bandara (Soetta) sekarang ini tinggi sekali. Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka karena jumlah pekerja kita di sana cukup besar," ujar Pramono.
Untuk itu, Pramono akan memerintahkan jajarannya untuk mematangkan rencana itu dan segera mengurus izin pembukaan rute ke Kementerian Perhubungan. "Karena memang untuk lintas antar provinsi ini harus mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan. Maka tadi saya bisik-bisik kepada pak dirjen (Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono) untuk disampaikan kepada bapak Menteri Perhubungan secara resmi," terang Pramono di kegiatan 'Groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A', yang dihadiri oleh Allan, Selasa (20/1).
Pramono meyakini, jika kedua rute dibuka akan sangat ramai penumpangnya. "Kalau disetujui, itu akan menjadi rute baru yang ramai seperti sekarang ini, PIK 2 -Blok M atau juga dari Bogor -Blok M yang luar biasa," imbuhnya.
Sebagai informasi, Pramono tahun lalu menargetkan sepuluh rute baru Transjabodetabek dibuka. Namun, dari target itu, hanya enam rute yang terealisasi. Perinciannya, Alam Sutera (Tangerang Selatan) - Blok M (Jakarta Selatan) atau Rute S61, Vida Bekasi (Bekasi) - Cawang Sentral (Jakarta Timur) atau Rute B41, PIK 2 (Banten) - Blok M (Jakarta Selatan) atau Rute T31, Sawangan (Depok) - Lebak Bulus (Jakarta Selatan) atau Rute D41, Bogor - Blok M (Jakarta Selatan) atau Rute P11, serta Bekasi – Dukuh Atas (B25).
Seiring dengan perluasan jangkauan layanan angkutan umum, Pramono mengakui keinginan masyarakat menggunakan transportasi umum belum terlalu besar. Dari tingkat konektivitas yang hampir mencapai sekitar 92 persen di Jakarta, pemanfaatannya masih di bawah 25 persen, atau dikisaran angka 23,4 persen.
"Saya ingin meningkatkan itu supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta," tambahnya.
Rendahnya persentase pemanfaatan angkutan umum itu karena masih banyak masyarakat yang berangkat maupun pulang kantor dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dengan jangkauan layanan yang terus diperluas, bisa meningkatkan persentase tersebut.
"Kalau masyarakat sudah menggunakan transportasi terus-menerus, secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022