Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Januari 2026 | 23.44 WIB

Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pesawat Penabur Garam Cegat Hujan di Laut Utara

Pemerintah DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. (Istimewa) - Image

Pemerintah DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat membentengi ibu kota dari ancaman cuaca ekstrem. Memasuki hari keempat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digenjot untuk menghalau awan hujan agar tidak tumpah di wilayah Jakarta.

Pada Senin (19/1), BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU mengerahkan tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 dari Bandara Halim Perdanakusuma. Misinya ialah meluruhkan hujan di laut dan memecah awan di wilayah penyangga.

Pada sorti pertama dan kedua yang berlangsung sejak pagi hari, petugas fokus melakukan penyemaian di wilayah perairan utara Jakarta. Sebanyak 1.600 kilogram garam (NaCl) disebar di ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki.

Langkah ini diambil untuk "mencegat" awan hujan yang bergerak dari laut menuju daratan. Dengan disemai lebih awal, hujan diharapkan turun di lautan sehingga beban saluran air di Jakarta tidak meluap.

Kawasan Bogor dan Depok Jadi Fokus Siang Hari

Tak hanya di utara, wilayah selatan juga menjadi perhatian serius. Pada siang hari, sorti ketiga menyasar wilayah udara (overhead) Bogor dan Depok.

Petugas menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) di ketinggian rendah, yakni 5.000–6.000 kaki. Strategi ini bertujuan memecah awan hujan yang berpotensi bergeser ke Jakarta, sehingga intensitas hujan di daerah hilir bisa ditekan seminimal mungkin.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan menegaskan, titik penyemaian tidak dipilih sembarangan, melainkan berdasarkan pantauan atmosfer terkini.

"Operasi Modifikasi Cuaca hari keempat ini difokuskan pada wilayah perairan dan wilayah selatan Jakarta sebagai langkah strategis untuk mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah daratan DKI Jakarta," ujar Yohan.

Yohan menambahkan bahwa penentuan lokasi dan ketinggian penyemaian disesuaikan dengan arah angin, jenis awan, serta potensi pertumbuhan awan hujan yang terpantau oleh BMKG.

Meski rekayasa cuaca terus dilakukan, BPBD DKI Jakarta meminta warga tetap waspada. Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih mungkin terjadi.

Masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi JAKI atau layanan Jakarta Siaga 112 jika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore