
Penumpang MRT Jakarta menyusuri lintasan rel akibat pohon tumbang merusak struktur dan jaringan kelistrikan di area jalur antara Stasiun Senayan Mastercard–ASEAN, Kamis (20/11/2025). (IG @jktinfo)
JawaPos.com - Sebanyak 524 penumpang MRT Jakarta dievakuasi setelah pohon tumbang merusak struktur dan jaringan kelistrikan di area jalur antara Stasiun Senayan Mastercard–ASEAN, Kamis (20/11).
Kejadian ini membuat operasional MRT sempat terhenti dan memicu pertanyaan publik soal SOP evakuasi MRT Jakarta.
Dalam video yang beredar di akun Instagram @jktinfo, terlihat proses detik-detik penumpang dievakuasi melalui lintasan rel MRT Jakarta.
Video itu memperlihatkan penumpang turun darurat langsung dari kereta ke lintasan rel. Dalam kondisi gelap tanpa aliran listrik, mereka berjalan menyusuri sisi rel menuju stasiun terdekat.
Beberapa penumpang bahkan harus melewati jalur terowongan bawah tanah untuk keluar dari area yang terdampak.
Situasi tersebut memicu banyak pertanyaan dari warganet mengenai keberadaan jalur evakuasi dan prosedur keselamatan MRT.
"Kemaren LRT sekarang MRT kek mereka mereka yg kerja di LRT MRT gak mikirin escape route apa kalo ada irregularities? Kerja di transportasi kok gaada mikirin emergency procedure nya," tulis netizen @reihans******.
Menanggapi ramainya pertanyaan, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme penanganan insiden tersebut.
Rendy menegaskan, proses penyelamatan dilakukan sesuai SOP. Seluruh penumpang diarahkan menuju stasiun terdekat dengan pendampingan penuh petugas.
"Proses evakuasi telah dilakukan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku. MRT Jakarta selalu mengutamakan keselamatan penumpang, sehingga seluruh langkah penanganan dilakukan secara terukur dan sesuai protokol. Dalam situasi ini, penumpang diarahkan menuju stasiun terdekat dengan pendampingan petugas," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (21/11).
Ia juga menerangkan bahwa jalur darurat sudah disiapkan berupa walkway di sisi lintasan, yang mengarahkan penumpang menuju titik aman di stasiun terdekat.
"Jalur evakuasi telah disiapkan dan mengikuti standar keselamatan yang ketat, yaitu melalui walkway di sisi lintasan dan diarahkan menuju stasiun terdekat sebagai titik aman," katanya.
MRT Jakarta juga mengaku rutin melaksanakan latihan evakuasi. Simulasi dilakulan setidaknya tiga kali setahun dengan mencakup berbagai skenario seperti blackout atau kereta berhenti di tengah lintasan.
"Sebagai bagian dari mitigasi risiko, MRT Jakarta secara rutin melaksanakan simulasi tanggap darurat untuk skenario evakuasi penumpang baik di jalur bawah tanah maupun di jalur layang. Simulasi dilakukan sedikitnya tiga kali dalam setahun, dengan skenario yang disusun berdasarkan identifikasi risiko aktual, termasuk potensi blackout listrik atau kondisi ratangga berhenti di tengah lintasan," imbuhnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
