Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 06.16 WIB

Gubernur Jakarta Pramono Takjub Lihat 1.618 Lansia Ikuti Wisuda Akbar: Luar Biasa!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewisuda 1.618 lansia dalam acara Wisuda Akbar Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewisuda 1.618 lansia dalam acara Wisuda Akbar Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Istimewa)

JawaPos.com - Sebanyak 1.618 lansia resmi diwisuda dalam acara Wisuda Akbar Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (18/9).

Acara ini menjadi momen istimewa karena jumlah wisudawan lansia terbanyak sepanjang penyelenggaraan program tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kagum dengan semangat para lansia yang tetap haus ilmu.

"Bagi saya, kesediaan mereka bersekolah di usia lanjut adalah hal yang luar biasa. Tadi, ada ibu-ibu berusia 87 tahun yang masih mengikuti sekolah, juga bapak-bapak berusia 80 tahun. Ini menunjukkan bahwa sekolah lansia benar-benar menjadi kebutuhan bagi warga Jakarta," ujar Pramono.

Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar ijazah, melainkan proses kebersamaan dan interaksi sosial.

"Di sini, para lansia memiliki ruang untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, serta saling bertukar informasi. Apalagi, kini ada ‘Pasukan Putih’ yang juga bertugas melayani lansia. Mudah-mudahan ini dapat meringankan kehidupan mereka," tambahnya.

10 Sekolah Lansia di DKI Jakarta

Saat ini terdapat 10 sekolah lansia yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pramono sudah menginstruksikan Dinas PPAPP agar terus mengembangkan sekolah ini supaya bisa menjangkau lebih banyak peserta.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Iin Mutmainnah menjelaskan, Wisuda Akbar merupakan bentuk penghargaan nyata terhadap lansia. Sebagai kelompok rentan, lansia perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan data Dukcapil DKI semester I 2025, tercatat sekitar 1.167.038 jiwa atau 10,6 persen penduduk adalah lansia. Rinciannya, laki-laki 543.017 jiwa (46,5 persen) dan perempuan 624.021 jiwa (53,5 persen).

Dinas PPAPP mengembangkan program Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan lansia serta keluarga yang mendampinginya.

BKL sendiri merupakan program BKKBN yang dirancang untuk menciptakan lansia tangguh di lingkungan keluarga yang nyaman.

"Saat ini, Dinas PPAPP sedang menyusun Peraturan Gubernur DKI Jakarta terkait Bina Keluarga Lansia melalui Sekolah Lansia. Aturannya bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat," jelas Iin.

Sekolah Lansia dirancang sebagai pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Program ini memperkenalkan konsep SMART dengan tujuh dimensi lansia tangguh: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan.

Dengan pendekatan ini, lansia tidak hanya dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi juga subjek pembangunan yang mampu berkontribusi bagi keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore