Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 19.03 WIB

Intip Progres Proyek MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas jadi Stasiun dengan Travelator Pertama di Indonesia

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas. (Masria Pane/Jawapos) - Image

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas. (Masria Pane/Jawapos)

JawaPos.com – Untuk mengubah wajah Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Oleh sebab itu, Pramono mendorong jajarannya untuk menyiapkan transportasi publik yang aman dan nyaman agar memudahkan masyarakat bermobilisasi.

Salah satu proyek strategis yang kini berjalan adalah pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (BHI) hingga Kota Tua. Secara total, proyek yang dibagi dalam tujuh paket pekerjaan atau contract package (CP) itu mencapai 51,31 persen dari target 50,23 persen.

Perinciannya, CP 201 civil works (Bundaran HI-Harmoni) 88,87 persen, CP 202 civil works (Harmoni-Mangga Besar) 55,64 persen, CP 203 civil work (Mangga Besar - Kota) 75,95 persen, CP 205 (railway system and track work) 20,88 persen, CP 206 (Rolling stock), dan CP 207 (automatic fare collection system).

Stasiun MRT Monas jadi stasiun dengan travelator pertama di Indonesia. (Masria Pane/Jawapos)

Kepala Divisi Project Manager For Construction 2 PT MRT Jakarta Indra Gunawan menuturkan, CP 201 itu meliputi pembangunan dua stasiun, yakni Stasiun Thamrin dan Monas. Keduanya ditargetkan rampung Desember 2027 mendatang.

"Stasiun Monas ini akan ada dua entrance (pintu masuk). Satu di Jalan Museum, satunya di Kawasan Silang Barat Monas. Nah, di entrance 2 akan dilengkapi tiga set travelator," ujarnya. Saat ini, lanjutnya, sedang proses pemasangan travelator set kedua.

Dengan dilengkapi tiga set travelator itu, menjadikan Stasiun Monas, menjadi stasiun pertama Jakarta, bahkan Indonesia yang dilengkapi fasilitas itu selain bandara.

"Jarak dari entrance ke dalam stasiun sekitar 170 meter, tapi akan terasa nyaman karena adanya travelator. Sejauh ini, satu-satunya stasiun di Jakarta mungkin Indonesia yang ada travelatornya. Ini akan memberikan kenyamanan lebih untuk penumpang nantinya," imbuh Indra.

Indra juga mengungkapkan bahwa Stasiun Monas akan menjadi salah satu ikon baru MRT Jakarta. Sebab, stasiun ini juga dirancang untuk mengakomodasi kegiatan seni dan budaya.

"Ada koridor selebar hampir 10 meter yang kami siapkan sebagai ruang aktivasi, seperti pameran seni, bahkan Jakarta Biennale," ujarnya.

Koridor yang dimaksudnya itu merupakan ruang dari entrance 1 Stasiun Monas yang dibangun dengan metode box jacking. Yakni, teknik konstruksi bawah tanah tanpa menggali dari permukaan.

Uniknya, metode yang digunakan itu merupakan metode yang belum banyak digunakan di proyek infrastruktur di Indonesia. Bahkan, itu pertama kalinya bagi PT MRT Jakarta karena area atasnya merupakan area ring 1, dekat dengan Istana Merdeka dan tidak bisa dilakukan penutupan jalan.

Dengan capaian pekerjaan saat ini, Indra yakin Stasiun Monas dan Thamrin yang masuk dalam segmen BHI–Harmoni bisa beroperasi pada 2027. Sementara sampai ke Kota itu ditargetkan Februari 2030.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore