
Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas. (Masria Pane/Jawapos)
JawaPos.com – Untuk mengubah wajah Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Oleh sebab itu, Pramono mendorong jajarannya untuk menyiapkan transportasi publik yang aman dan nyaman agar memudahkan masyarakat bermobilisasi.
Salah satu proyek strategis yang kini berjalan adalah pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (BHI) hingga Kota Tua. Secara total, proyek yang dibagi dalam tujuh paket pekerjaan atau contract package (CP) itu mencapai 51,31 persen dari target 50,23 persen.
Perinciannya, CP 201 civil works (Bundaran HI-Harmoni) 88,87 persen, CP 202 civil works (Harmoni-Mangga Besar) 55,64 persen, CP 203 civil work (Mangga Besar - Kota) 75,95 persen, CP 205 (railway system and track work) 20,88 persen, CP 206 (Rolling stock), dan CP 207 (automatic fare collection system).
Stasiun MRT Monas jadi stasiun dengan travelator pertama di Indonesia. (Masria Pane/Jawapos)
Kepala Divisi Project Manager For Construction 2 PT MRT Jakarta Indra Gunawan menuturkan, CP 201 itu meliputi pembangunan dua stasiun, yakni Stasiun Thamrin dan Monas. Keduanya ditargetkan rampung Desember 2027 mendatang.
"Stasiun Monas ini akan ada dua entrance (pintu masuk). Satu di Jalan Museum, satunya di Kawasan Silang Barat Monas. Nah, di entrance 2 akan dilengkapi tiga set travelator," ujarnya. Saat ini, lanjutnya, sedang proses pemasangan travelator set kedua.
Dengan dilengkapi tiga set travelator itu, menjadikan Stasiun Monas, menjadi stasiun pertama Jakarta, bahkan Indonesia yang dilengkapi fasilitas itu selain bandara.
"Jarak dari entrance ke dalam stasiun sekitar 170 meter, tapi akan terasa nyaman karena adanya travelator. Sejauh ini, satu-satunya stasiun di Jakarta mungkin Indonesia yang ada travelatornya. Ini akan memberikan kenyamanan lebih untuk penumpang nantinya," imbuh Indra.
Indra juga mengungkapkan bahwa Stasiun Monas akan menjadi salah satu ikon baru MRT Jakarta. Sebab, stasiun ini juga dirancang untuk mengakomodasi kegiatan seni dan budaya.
"Ada koridor selebar hampir 10 meter yang kami siapkan sebagai ruang aktivasi, seperti pameran seni, bahkan Jakarta Biennale," ujarnya.
Koridor yang dimaksudnya itu merupakan ruang dari entrance 1 Stasiun Monas yang dibangun dengan metode box jacking. Yakni, teknik konstruksi bawah tanah tanpa menggali dari permukaan.
Uniknya, metode yang digunakan itu merupakan metode yang belum banyak digunakan di proyek infrastruktur di Indonesia. Bahkan, itu pertama kalinya bagi PT MRT Jakarta karena area atasnya merupakan area ring 1, dekat dengan Istana Merdeka dan tidak bisa dilakukan penutupan jalan.
Dengan capaian pekerjaan saat ini, Indra yakin Stasiun Monas dan Thamrin yang masuk dalam segmen BHI–Harmoni bisa beroperasi pada 2027. Sementara sampai ke Kota itu ditargetkan Februari 2030.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
