
IPMI International Business School gelar pelatihan bahasa Inggris untuk anak SD Let’s Speak Up and Shine di kampus Sekolah Tinggi Manajemen IPMI di Jakarta Selatan.
JawaPos.com–Kemampuan berbahasa Inggris sejak usia dini dapat menjadi aset berharga bagi pelajar untuk pengembangan diri serta mengakses sumber daya dan informasi global. Selain itu, siswa yang menguasai bahasa asing dinilai lebih memberikan keunggulan kompetitif dan menjadi aset yang berharga bagi perusahaan yang beroperasi di lingkungan bisnis global.
IPMI International Business School membantu meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa internasional siswa sekolah dasar dalam pelatihan bahasa untuk anak SD bertajuk Let’s Speak Up and Shine di kampus Sekolah Tinggi Manajemen IPMI di Jakarta Selatan, Sabtu (29/7).
”Adalah penting untuk menguasai bahasa Inggris sejak dini di era globalisasi seperti sekarang. Ini dapat membantu anak-anak berkembang secara kognitif. Mereka pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi global dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, serta memiliki keuntungan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari akademik, sosial, hingga profesional,” kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dety Nurfadilah.
Dety menambahkan, banyak orang tua yang masih kesulitan untuk beradaptasi dengan tantangan yang berkembang pesat. Terutama bagi ibu dengan penderita kanker payudara. Selain memulihkan diri, mereka harus merawat anak-anak mereka dan sesekali bekerja untuk menghidupi keluarga. Alhasil, mereka harus mampu memberdayakan diri sendiri terlepas dari era globalisasi yang semakin menantang.
”Kami ingin ikut membantu akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yang memiliki ibu terdiagnosis kanker payudara, terutama ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebab, ibu pencari nafkah utama yang terdiagnosis kanker dapat mengganggu ekonomi keluarga dan berdampak besar bagi kondisi pendidikan anak-anaknya,” imbuh Dety.
Di Indonesia, Founder Rosa Foundation Shanti Rosa Persada mengatakan, penyakit kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Merujuk data dari Globocan, pada 2020 di Indonesia terdapat 396.914 kejadian dan 234.511 kasus kematian. Adapun data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 mengungkapkan, satu dari enam keluarga di Indonesia mengandalkan ibu sebagai pencari nafkah utama.
Shanti menambahkan, tiap tahun angka pengidap dan kematian akibat kanker payudara terus naik, sehingga mendongkrak jumlah anak dengan pendidikan terdampak. Jika anak-anak itu tidak segera mendapatkan bantuan pendidikan, bukan tidak mungkin Indonesia bakal mengalami keterbelakangan ekonomi karena kurangnya tenaga kerja yang terampil dan teredukasi di masa depan.
”Terima kasih kepada IPMI dan Yayasan LIA yang mau mengajarkan anak-anak sekolah dasar untuk belajar bahasa Inggris sambil bermain. Bekal masa depan ini saya yakin akan berdampak positif terhadap kehidupan anak yang lebih sejahtera nanti, serta meringankan beban ibu yang menjadi pasien kanker payudara,” ujar Shanti Rosa Persada.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022