
Ilustrasi pelajar Jepang di kelas. (SCMP)
JawaPos.com – Kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jepang terus menunjukkan peningkatan. Untuk pertama kalinya, lebih dari separuh siswa kelas tiga SMP di sekolah negeri tercatat memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup untuk melakukan percakapan sehari-hari.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (19/6), Kementerian Pendidikan Jepang mencatat 54,6 persen siswa kelas tiga SMP memiliki kemampuan setara Eiken Grade 3 atau lebih tinggi. Angka tersebut naik 2,2 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.
Kemampuan pada level tersebut memungkinkan siswa memahami dan berbicara mengenai topik sehari-hari. Mereka umumnya mampu memperkenalkan diri, berbicara tentang keluarga, serta menjelaskan hal-hal sederhana yang disukai atau tidak disukai.
Selain itu, 52,4 persen siswa tercatat memiliki kemampuan setara Eiken Grade Pre-2 atau lebih tinggi. Angka tersebut meningkat 0,8 poin dibanding tahun sebelumnya.
Dalam standar internasional Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), Grade 3 setara level A1 atau tingkat pemula. Sementara Grade Pre-2 setara A2, yang menunjukkan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi umum kehidupan sehari-hari.
Survei juga menemukan peningkatan pada kelompok siswa dengan kemampuan lebih tinggi. Persentase siswa SMP yang mencapai level setara Eiken Grade 2 atau lebih meningkat 2,7 poin menjadi 23,9 persen.
Kementerian Pendidikan Jepang menilai peningkatan ini berkaitan dengan semakin intensifnya interaksi siswa dengan assistant language teachers (ALT). Mereka adalah penutur asli atau pengguna bahasa Inggris tingkat mahir yang membantu proses pembelajaran di sekolah.
Pemerintah Jepang saat ini memiliki target ambisius untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris generasi muda. Dalam rencana dasar pengembangan pendidikan, pemerintah menargetkan lebih dari 60 persen siswa SMP memiliki kemampuan setara Eiken Grade 3 atau lebih tinggi saat lulus pada tahun fiskal 2027.
Data survei juga menunjukkan adanya kesenjangan antarwilayah. Prefektur Saitama mencatat persentase tertinggi siswa SMP yang mencapai Grade 3 atau lebih tinggi, yakni 88,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati Prefektur Fukui dengan 84,6 persen dan Kota Yokohama di Prefektur Kanagawa dengan 71,6 persen. Untuk tingkat SMA, Tokyo mencatat capaian tertinggi dengan 62,4 persen siswa kelas tiga SMA memiliki kemampuan setara Grade Pre-2 atau lebih tinggi.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
