Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2023 | 06.54 WIB

Usai Viral Diduga Rasis, Ketua RT Riang Kirim Surat Terbuka ke Pemilik Ruko, Begini Isinya

Aksi keributan terkait pemanfaatan trotoar antara Ketua RT dan pemilik toko. (Dok. Twitter @PSI_Jakarta) - Image

Aksi keributan terkait pemanfaatan trotoar antara Ketua RT dan pemilik toko. (Dok. Twitter @PSI_Jakarta)

JawaPos.com - Ketua RT 011/003 Riang Prasetya membuat surat terbuka kepada para pemilik ruko yang memakan bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara. Hal itu usai dirinya viral diberitakan melontarkan ucapan rasis saat cekcok dengan pemilik ruko beberapa hari lalu.

Dalam surat tersebut, Riang berharap bahwa polemik terkait kasus ruko yang memakan bahu jalan tetap berada di jalurnya dan tidak kehilangan esensi.
 
"Saya berharap tidak menjadi bola liar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/6).
 
 
Dalam surat itu, ia juga meminta agar tak ada lagi demo yang dilakukan para pemilik ruko terhadap dirinya lantaran polemik bahu jalan tersebut.
 
"Saya selaku Ketua RT11/RW03 Kelurahan Pluit meminta dengan sangat agar tidak ada lagi demo-demo yang ditujukan kepada saya selaku Pribadi ataupun selaku Ketua RT11/RW03 Kelurahan Pluit," ungkap Riang.
 
Lebih jauh lagi, ia menantang jika para pemilik ruko masih tak terima dengan pembongkaran yang dilakukan oleh pemerintah, Riang mempersilakan agar mereka masuk ke ranah hukum.
 
"Saya persilakan saudara-saudari dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan," tegasnya.
 
Sebelumnya, viral Ketua RT 011/RW03 Kelurahan Pluit Riang Prasetya diduga melontarkan ucapan-ucapan rasis saat cekcok terjadi sehubungan dengan polemik ruko makan bahu jalan. Dalam video yang diunggah akun @PSI_Jakarta, terlihat Riang sudah beradu omong dengan nada tinggi satu sama lain bersama warga. 
 
"Oh, nggak bisa, bukan soal viral," kata Riang dalam video tersebut.
 
"Karena pelanggaran, oke kamu koordinasi dengan Lurah, Camat," timpal lawan bicara Ketua RT itu.
 
"Nggak bisa, karena Lurah, Camatnya takut sama kamu," kata Riang lagi.
 
"Aku wong kito galo, Pak," imbuhnya tiba-tiba.
 
Mendengar ucapan itu, warga lainnya ikut nimbrung dan mengingatkannya untuk tidak membawa-bawa suku. 
 
"Jangan sok jadi jagoan di sini, lo!" kata warga lainnya dengan sentakan.
 
Tak terima dengan itu, Riang semakin naik darah.
 
"Eh, gua kasih tau nanti pribumi datang ke sini," teriaknya.
 
Setelah itu, suasana semakin panas lantaran kata pribumi yang dilontarkan Riang.
 
"Jangan bawa-bawa pribumi," timpal salah seorang warga.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore