
Perbedaan kualitas udara di Jakarta pada 20 April 2020 (foto kiri) dan pada 5 Juli 2019 difoto dari kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Selama penerapan PSBB sejumlah kegiatan dibatasi. Dampak positifnya, polusi udara semakin berkurang. Menurut data situs IQ
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan gagasan dan solusi terkait dampak perubahan iklim. Hal itu ia sampaikan langsung kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Gutteres.
Gagasan dan solusi ini Anies sampaikan dalam virtual forum bertajuk 'Dialogue Between C40 Mayors and UN Secretary General-Advancing Carbon Neutrality and Resilent Recovery for Cities and Nations', yang digelar pada Jumat (16/4) malam.
“Pemerintah kota memiliki tugas untuk menyediakan lingkungan tempat tinggal yang layak huni bagi para warga kotanya. Hal ini termasuk dengan mengatasi dampak perubahan iklim dengan melakukan upaya untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kota-kota,” kata Anies dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/4).
Anies mengatakan, kota-kota di dunia telah berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya dalam mengurangi emisi karbon. Baik dari aspek strategi transportasi, tata bangunan, dan mempromosikan energi bersih dan lain sebagainya.
Hal itu pula yang dilakukan olehnya di Jakarta. Kota yang dipimpinnya itu telah berkomitmen dan mengerjakan berbagai aksi iklim. Bahkan, Jakarta sendiri telah memiliki target zero emission pada 2050.
“Jakarta telah berkomitmen untuk menjadi Kota Berketahanan Iklim. Saat ini, Jakarta telah bertransformasi dari pembangunan yang berbasis mobil ke pembangunan yang berbasis pada transit. Jakarta memimpin dalam aksi transportasi dan mobilitas yang berkelanjutan dan kami ingin melanjutkan lebih jauh,” jelas Anies.
Mantan Mendikbud itu kemudian menyampaikan 2 usulan kepada Sekjen PBB terkait upaya mengurangi emisi karbon dan mengatasi dampak dari perubahan iklim. Sehingga, dapat tercipta lingkungan hidup yang lebih baik dan berketahanan.
“Pertama-tama, PBB dapat mendorong negara-negara untuk mengakui pencapaian aksi iklim yang dilakukan pada tingkat kota dan itu perlu dihitung sebagai bagian dari National Determined Contribution (NDC) dari aksi iklim,” kata Anies
“Kedua, dalam kapasitas PBB, PBB mampu meminjamkan tangannya untuk mendorong terjadinya integrasi vertikal dan horizontal pada tingkat aksi serta kebijakan. Terakhir, dalam rangka menuju COP 26, PBB dapat pula mendukung negara-negara untuk mengembangkan arsitektur dan struktur pendanaan yang komprehensif untuk menerjemahkan manfaat-manfaat yang diperoleh pemerintah nasional pada forum global untuk dieksekusi pada level lokal,” pungkasnya.
Dua usulan Anies disambut baik oleh Sekjen PBB, António Gutteres. PBB menyatakan setuju dan akan menindaklanjuti usulan tersebut.
“Kami sepenuhnya siap untuk melakukan yang terbaik dengan organisasi dan tim perwakilan PBB pada berbagai negara untuk sepenuhnya melalui advokasi global dengan para pemerintah untuk melakukan persis seperti yang Anda usulkan kepada kami,” pungkas António.
https://youtu.be/TeKLd0Uo_pQ

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
