
Photo
JawaPos.com - Di tengah musibah banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih menyisakan sebuah asa bagi rakyat kecil. Mereka bisa mengais rezeki untuk menyambung hidup. Rupiah demi rupiah bisa dikumpulkan sebagai pengobat lara atas harta benda warga yang terendam oleh banjir.
Ide cemerlang muncul dari benak Mehdi, 22, korban banjir di wilayah Pesakih, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Dia bersama dua orang temannya menawarkan jasa getek dadakan untuk mengantar orang keluar dari kepungan banjir.
Uniknya, getek yang digunakan Mehdi bukan berbentuk perahu kecil atau sejenisnya. Melainkan buatan dadakan dari barang bekas yang hanyut oleh banjir. Sebagai pelampungnya, Mehdi menggunakan dua sterofoam berbentuk bulat dengan ukuran jumbo. Sedangkan sebagai alas duduknya dari papan-papan bekas. Komponen ini diikat dengan tali agar kokoh.
Meskipun dari barang bekas, getek buatan ini mampu menampung hingga 3 orang beserta beberapa barang bawaan. Getek itu kemudian ditarik oleh tangannya dibantu 2 orang rekannya melewati banjir.
Tangannya terlihat mengeriput karena terlalu lama terendam air. Pakaiannya dari atas sampai bawah sudah menempel dengan bentuk badannya akibat basah tak tersisa. Bibirnya pun terlihat membiru menahan dinginnya air.
Letih dan dingin seolah sudah menjadi kawan Mehdi. Dia tak mengeluh mengantar warga satu per satu menyeberangi banjir. Padahal tak ada tarif yanh dipatok olehnya.
"Saya (dibayar) seikhlasnya sih. Rata-rata (warga membayar) Rp 20 ribu," kata Mehdi saat ditemui di sela-sela kegiatannya mengantar warga di Pesakih, Semanan, Jakarta Barat, Kamis (2/12).
Kerja ikhlas itu nyatanya tidak membuat Mehdi merugi. Bahkan saat kemarin, Rabu (1/1) dia bisa meraup keuntungan cukup besar dari mengandalkan barang bekas. "Total sih lumayan buat makan. Rp 200-300 ribu kurang lebih segitu," imbuh Mehdi.
Penumpangnya getek tersebut rata-rata adalah warga yang rumahnya terendam banjir. Mereka keluar dari rumah maupun tempat pengungsian untuk mencari makan. Sebab, sampai dengan siang tadi, bantuan makanan belum tiba. Hal itu pula yang dikeluhkam warga saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang berkunjung.
Mehdi menyebut, getek menjadi satu-satunya akses warga keluar masuk. Sebab ketinggian air cukup tinggi, mencapai 2,2 meter untuk yang tertinggi. Sedangkan yang terendah sekitar 30 centimeter.
Mehdi menyampaikan, tidak setiap tahun dia menawarkan jasa getek. Karena tahun-tahun sebelumnya tidak ada banjir separah sekarang di daerah tempat tinggalnya. Menurutnya banjir terparah yang terjadi beberapa tahun ke belakang hanya sekitar 30-40 centimeter. Itu pun biasa surut dalam sehari. Sedangkan banjir kali ini, sudah 2 hari genangan masih tinggi.
"Baru kali ini paling parah sih, selama saya di Jakarta paling parah di sini. Deket rumah saya udah nggak bisa dilewatin orang," terang
Banjir kali ini bahkan ikut merendam rusunawa Pesakih, Daan Mogot yang masih berada di kelurahan Semanan. Di lantai 1 tinggi air sekitar 50 centimeter.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
