Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Januari 2026 | 20.34 WIB

Siaga Banjir Jakarta: Pramono Anung Cek Pengerukan Kali Sepak dan Siapkan 200 Ekskavator

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri penandatanganan kontrak jumbo senilai Rp2,62 triliun untuk Program Pengendalian Banjir dan Rob. (IST) - Image

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri penandatanganan kontrak jumbo senilai Rp2,62 triliun untuk Program Pengendalian Banjir dan Rob. (IST)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proses pengerukan di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (26/1). Langkah ini diambil untuk memastikan aliran air di titik pertemuan Kali Angke dan Cengkareng Drain ini tetap lancar di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Pramono menegaskan bahwa pengerukan sedimen adalah agenda rutin yang tidak boleh kendor. Apalagi, wilayah Jakarta Barat menjadi muara utama bagi beberapa aliran sungai lintas provinsi.

"Saya ingin sekali lagi mengecek kesiapan dari Dinas Sumber Daya Air untuk melakukan pengerukan. Karena memang tempat ini sebenarnya secara rutin penggalian dilakukan untuk menjaga supaya air itu bisa turun. Karena ini muaranya lintas provinsi, sehingga dengan demikian ini salah satu muara utama selain Kali Sepak, Kali Pesanggrahan, Mookervart, Angke, dan sebagainya," ujar Pramono di Kali Sepak, Senin (26/1).

Selain Kali Sepak, Pemprov Jakarta kini tengah memprioritaskan normalisasi di tiga sungai besar lainnya, yaitu Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.

Ratusan Alat Berat Disiagakan di 5 Wilayah

Untuk mempercepat proses evakuasi sedimen dan sampah, pemerintah telah menyebar ratusan alat berat ke berbagai titik rawan genangan di seluruh penjuru kota.

"Ada 200 ekskavator di lima wilayah, di sini aja tadi ada tiga. Dan mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta," kata Pramono.

Kehadiran ekskavator ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung sungai secara signifikan sebelum puncak musim hujan tiba.

Tantangan Curah Hujan di Atas 150 mm

Meski pengerukan terus dilakukan, Pramono jujur mengakui adanya keterbatasan pada daerah tangkapan air (catchment area) di Jakarta. Ia menyebut Jakarta akan kesulitan jika diguyur hujan dengan intensitas di atas 150 milimeter per hari.

"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen, itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 milimeter (kubik) per hari," jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya kiriman air dari hulu yang seringkali datang bersamaan dengan hujan lokal yang lebat.

"Sehingga dengan demikian kalau tanggal 12, tanggal 18, dan juga tanggal 22 kemarin, karena tanggal 22 sebenarnya average-nya kurang lebih 150 tapi 8 jam, dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu. Sehingga dengan demikian saya tetap untuk pengerukan dilakukan terus-menerus," imbuh Pramono.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore