
Petisi online mendesak penegakan Perbub di Parung Panjang. (istimewa)
JawaPos.com - Sikap warga Parung Panjang dan sekitarnya sangat tegas menolak segala upaya pemandulan Perbub Kabupaten Bogor Nomor 56 Tahun 2023 dengan alasan apa pun. Karena hal itu justru akan menyebabkan ketidakamanan dan mengganggu masyarakat secara umum.
Sikap tegas ini salah satuya diungkapkan Aliansi Peduli Parung Panjang dengan membuat petisi online melalui situs change.org. Aliansi ini melakukan desakan agar aparat penegak hukum dan perangkat pemerintah dari desa dan kecamatan untuk bersikap tegas mengawal penegakan Perbub guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para pelaku usaha dan warga secara umum.
Aliansi Peduli Parung Panjang menilai, tindakan membolehkan truk tambang melintas pada siang hari merupakan langkah keliru karena akan mengakibatkan gesekan di masyarakat.
"Kami berjuang untuk melindungi masyarakat di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari kerugian yang diakibatkan oleh kelonggaran aturan operasional truk tambang," tulis Aliansi Peduli Parung Panjang.
Pelanggaran terhadap Perbub dampaknya luas. Tidak hanya membahayakan kesehatan warga dengan polusi yang tak terkendali, tapi juga mengancam keselamatan anak-anak sekolah, para pekerja atau pelaku usaha, hingga merusak kualitas perbaikan jalan utama di Parung Panjang dan sekitarnya yang disebut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghabiskan dana mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kesepakatan yang bertentangan dengan PERBUP yang berlaku harus dibatalkan demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Kami memohon adanya pengawasan lebih ketat dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak tegas dan memperkuat pemantauan terhadap segala bentuk pelanggaran, agar tidak terus menelan korban jiwa dan mengganggu kesehatan warga," ungkapnya.
Menurut Aliansi Peduli Parung Panjang, warga memiliki hak untuk memajukan usaha mereka di pinggir jalan utama Parung Panjang. Namun dengan truk tambang yang tidak terkendali, banyak pelaku usaha di sana harus gulung tikar.
"Parung Panjang memiliki hak untuk merasa aman dan mendapatkan kualitas hidup yang baik tanpa harus dihantui oleh ancaman dan risiko dari truk-truk tambang yang tidak mematuhi aturan," katanya.
Bagi warga Parung Panjang dan sekitarnya atau bahkan publik secara umum yang menginginkan penegakan hukum berjalan sebagaimana seharusnya, bisa berpartisipati menanda tangani petisi online melalui link berikut ini:

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
