Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 November 2025 | 17.03 WIB

Gelombang Dukung Palestina Meningkat, Pemain Liga Inggris Tandatangani Petisi Tuntut UEFA Sanksi Israel

Pemain Crystal Palace Cheick Doucoure tandatangani petisi untuk sanksi Israel. (Instagram @cheick.doucoure20).

JawaPos.com - Sejumlah pemain Premier League secara terbuka menuntut UEFA menjatuhkan sanksi berat kepada Israel. Desakan itu datang melalui petisi yang ditandatangani oleh puluhan atlet lintas cabang olahraga Eropa yang menilai UEFA gagal menunjukkan sikap moral atas tindakan genosida di Gaza.

Lebih dari 70 atlet, termasuk beberapa nama pemain dari Premier League, turut menandatangani petisi yang menyerukan agar UEFA segera menangguhkan Israel dari seluruh ajang internasional.

Petisi itu merupakan inisiatif kelompok Athletes 4 Peace yang menilai Israel telah melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia di Palestina.

Dilansir dari Daily Mail (12/11), dari cabang sepak bola, nama Chadi Riad dan Cheick Doucoure dari Crystal Palace menjadi dua pemain Premier League yang turut membubuhkan tanda tangan mereka.

Keduanya bergabung bersama mantan pelatih Leicester City, Nigel Pearson, dalam gerakan kemanusiaan itu. Petisi yang dibuat ditujukan langsung kepada Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang disebut belum menunjukkan langkah tegas terhadap Israel.

Athletes 4 Peace dalam petisinya menyatakan bahwa mereka terganggu dengan kurangnya tindakan moral UEFA terkait konflik di Gaza. Para atlet menegaskan bahwa tidak ada panggung olahraga internasional yang seharusnya menampung rezim yang melakukan kekerasan.

“Tidak ada tempat, panggung, atau arena dalam masyarakat sipil internasional yang seharusnya menyambut rezim yang melakukan genosida, apartheid, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulis petisi itu.

Menurut laporan Daily Mail, tekanan terhadap UEFA semakin besar setelah Federasi Sepak Bola Turki dan Asosiasi Sepak Bola Irlandia juga mengajukan mosi untuk mendesak pelarangan Israel.

Kedua federasi itu menilai Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) telah melanggar statuta UEFA karena mengelola klub di wilayah Palestina tanpa izin dan gagal menegakkan kebijakan anti-rasisme.

UEFA dijadwalkan menggelar rapat eksekutif pada 3 Desember mendatang di Nyon, Swiss, untuk membahas kemungkinan pemungutan suara terkait status Israel di kompetisi Eropa.

Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan pihaknya tidak akan menjatuhkan sanksi dan memilih menyerukan pesan perdamaian dan persatuan di tengah konflik global yang terjadi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore