Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 18.05 WIB

Libur Panjang 1 Muharram, Sejumlah Titik Tol Trans Jawa Macet: Akses Jalan Layang MBZ Dibuka-Tutup Polisi

Diskresi kepolisian, Tol Layang MBZ dilakukan buka-tutup. (Istimewa) - Image

Diskresi kepolisian, Tol Layang MBZ dilakukan buka-tutup. (Istimewa)

JawaPos.com - Libur panjang memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H kembali diwarnai kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Tol Trans Jawa. Sejak Jumat pagi (27/6), antrean kendaraan pribadi mulai mengular di beberapa titik, terutama di ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang menjadi jalur favorit masyarakat menuju arah Cikampek dan Jawa Tengah.

Kepadatan yang tak terhindarkan ini mendorong pihak kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di sejumlah akses masuk ke Tol Layang MBZ. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan arus lalu lintas yang melonjak signifikan sejak pagi hari.

"Akses masuk Jati Asih, Kalimalang, dan KM 10 ke Tol Layang MBZ mulai diberlakukan buka-tutup sejak pukul 09.30 WIB. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan sangat tinggi, terutama di KM 48, titik temu antara arus dari Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ," ujar Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.

Menurut Ria, titik-titik tersebut memang rawan kemacetan saat momen libur panjang, karena menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Mobil Pribadi Jadi Pilihan Utama Saat Liburan

Fenomena kepadatan di tol setiap musim liburan sebenarnya sudah menjadi pola yang berulang. Salah satu penyebab utama adalah dominasi penggunaan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi utama masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar kota.

Berbagai alasan membuat mobil pribadi semakin diminati: fleksibilitas waktu perjalanan, kenyamanan selama di jalan, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap layanan transportasi umum yang dianggap masih belum sepenuhnya efisien atau merata ke seluruh daerah wisata. Selain itu, bagi keluarga yang bepergian bersama anak-anak atau orang tua, mobil pribadi dirasa lebih praktis dan aman.

Di musim liburan seperti ini, volume kendaraan pribadi biasanya meningkat drastis. Tol menjadi jalur utama karena dianggap lebih cepat, tapi ketika volume melebihi kapasitas jalan, kemacetan tidak bisa dihindari.

Ruas Jalan Layang MBZ sendiri sebenarnya dirancang sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek bawah. Namun, saat puncak arus liburan, daya tampungnya pun bisa kewalahan. Apalagi di titik pertemuan KM 48, lalu lintas dari bawah dan atas bercampur, menimbulkan efek leher botol.

Untuk itu, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC), selaku pengelola Ruas Layang MBZ, bersama dengan pihak kepolisian dan stakeholder lainnya terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas secara intensif. Sistem buka-tutup akses menjadi opsi dinamis yang diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

Pihak Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kondisi kendaraan hingga kesiapan mental dalam menghadapi potensi kemacetan. "Kami mengimbau agar pengguna jalan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk keselamatan dan kelancaran bersama," pungkas Ria.

Dengan perencanaan yang matang, pemilihan waktu perjalanan yang tepat, dan kepatuhan terhadap aturan di jalan, masyarakat diharapkan bisa menikmati libur panjang 1 Muharram dengan lebih aman dan nyaman, meski tantangan lalu lintas di jalur favorit seperti Tol Trans Jawa tetap perlu diantisipasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore