Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 18.20 WIB

Hari Pertama Kerja, Gubernur Jakarta Pramono Anung Langsung Dihadapkan Banjir Besar Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Hari pertama kerja, Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung diuji dengan tantangan besar. Senin (3/3), Jakarta dilanda banjir besar akibat kiriman air dari hulu.
 
Meski telah resmi dilantik sejak Kamis, 20 Februari 2025, Pramono baru efektif menjalankan tugasnya hari ini setelah menyelesaikan pembekalan kepala daerah (retret) di Akademi Militer Magelang hingga Jumat (28/2).
 
Menanggapi kondisi ini, Pramono mengungkapkan bahwa ia telah memantau perkembangan banjir sejak Minggu (2/3) malam. Baginya, penanganan banjir Jakarta adalah prioritas utama yang harus segera dituntaskan.
 
"Jadi saya dari tadi malam memantau mengenai banjir kiriman ini dan saya bersyukur stakeholder atau dinas terkait, mereka sejak awal sudah mempersiapkan diri. Baik itu urusan sosial, urusan sumber daya alam, dan juga yang berkaitan dengan (ibadah Ramadhan), karena ini kan bulan puasa," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (3/3). 
 
Ia mengaku akan bersungguh-sungguh dalam menangani banjir di Jakarta. Pramono menjelaskan bahwa Jakarta menghadapi tiga jenis banjir utama, yaitu banjir rob, banjir lokal, dan banjir kiriman. 
 
 
Menurutnya, banjir kiriman telah mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya berkat pembangunan dua waduk di Ciawi dan Sukamahi. Namun ternyata dua waduk itu belum cukup untuk sepenuhnya mengatasi persoalan banjir di ibu kota.
 
"Banjir kiriman sebenarnya sudah berkurang banyak dibandingkan dulu, karena sudah ada dua waduk, Ciawi dan Sukamahi. Tapi belum cukup," terangnya. 
 
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengintensifkan upaya pengendalian banjir lokal dengan pengerukan sungai serta optimalisasi sumur resapan. Gubernur Pramono mengungkapkan, laporan dari Sekretaris Daerah (Sekda), kepala dinas, dan wali kota terkait, menunjukkan air mulai surut di beberapa titik.
 
"Tadi pagi saya juga dengar laporan dari Pak Sekda dan Kepala Dinas serta Wali Kota terkait bahwa sekarang ini mulai penyurutan. Tapi kita tetap waspada, jangan sampai karena bulan puasa nanti ada dampak yang mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.
 
Diketahui, Jakarta dikepung banjir sejak Senin (3/3) dini hari. Tercatat terdapat 62 RT di Jakarta terendam banjir. Ketinggian air terparah mencapai 3,7 meter. 
 
Banjir paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Timur dengan 42 RT terendam. Sisanya, 20 RT, terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Puluhan orang pun telah mengungsi ke tiga lokasi pengungsian. Yakni, SDN Kampung Melayu 01/02, kantor sekretariat RW 11 Kelurahan Bidara Cina, dan aula kelurahan Bidara Cina.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore