Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengungkap keberhasilan timnya menggagalkan penyelundupan narkotika di dua daerah berbeda. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengungkap keberhasilan jajarannya menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dan kokain. Keterangan itu disampaikan melalui press conference di Markas Koarmada RI pada Kamis siang (19/9).
Total ada 84,75 kilogram kokain dan 1,065 kilogram sabu yang berhasil diamankan oleh TNI AL bersama BNN dan Polri. Sehingga barang bukti lebih dari 85 kilogram.
Denih menyampaikan bahwa penyelundupan sabu dan kokain tersebut digagalkan oleh jajaran Koarmada I dan Koarmada II. "Di Tanjung Balai Asahan itu tanggal 16 September yang di Nunukan itu tanggal 17 September," kata dia kepada awak media. Di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, Koarmada I menggagalkan penyelundupan kokain. Barang haram tersebut ditemukan mengapung di laut oleh personel Koarmada I.
Saat petugas menemukan barang terlarang itu, mereka mendapati benda asing yang terbagi atas 74 bungkus. "Masing-masing beratnya ada yang 1,05 kilogram sampai 1,5 kilogram," terang Denih.
Temuan itu lantas dibawa ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan untuk ditindaklanjuti dan dialami lebih jauh. Angkatan Laut segera berkoordinasi dengan pihak berwenang lainnya setelah mengetahui 74 bungkus benda asing itu adalah narkotika jenis kokain.
Lebih lanjut, Denih menyampaikan bahwa di Nunukan, Kalimantan Utara, Koarmada II menggagalkan penyelundupan sabu dengan bobot total mencapai 1,065 kilogram. Penyelundupan barang haram itu dilakukan oleh seorang tersangka berinisial T.
Perwira tinggi bintang tiga Angkatan Laut tersebut memastikan bahwa barang haram langsung diamankan. Berikut dengan tersangka yang mengupayakan penyelundupan.
Kepada awak media, Denih menyatakan bahwa Koarmada RI membeber dua peristiwa tersebut untuk menunjukkan dan memberikan gambaran. "Betapa rentannya penyelundupan narkoba ke wilayah kita, sehingga kita harus tetap waspada karena dihadapkan kepada konstelasi geografi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga dari manapun masuknya (barang haram) itu bisa mudah," terang dia.
Tidak hanya itu, Denih menekankan bahwa tanpa kerja sama yang baik antarinstansi, upaya menggagalkan penyelundupan narkotika dari luar negeri ke Indonesia tidak akan berhasil. Meski, tidak sedikit yang bisa lolos, namun dia memastikan bahwa instansinya bersama BNN dan Polri akan berusaha sekuat tenaga agar tidak ada lagi narkotika yang berhasil diselundupkan.
"Karena kami punya banyak kapal perang dan kami juga punya teknologi di bawah Puskodal," tegasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
