Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 01.20 WIB

Dilintasi Truk Tambang Setiap Hari, 12 Orang Tewas di Jalan Parung Panjang Sepanjang 2023

Pegendara sepeda motor melewati jalan  di antara dua badan truk yang antre melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). - Image

Pegendara sepeda motor melewati jalan di antara dua badan truk yang antre melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

JawaPos.com - Truk yang melintas setiap hari di Jalan Raya Parung Panjang atau M Toha, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sepanjang 2023, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor mencatat 12 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Salah satu pemicu kecelakaan itu karena kehadiran truk yang melintas setiap hari dan jalan yang rusak akibat dilintasi truk dengan muatan sangat berat.

Kanitlaka Satlantas Polres Bogor Ipda Angga Nugraha mengatakan, sepanjang 2023 terdapat 17 kasus kecelakaan lalu lintas yang tercatat. Dari 17 kasus itu, 12 orang korbannya meninggal dunia.

"Selain 12 orang meninggal dunia, tercatat 4 orang luka ringan dan 4 orang luka berat,” kata Ipda Angga Nugraha sebagaimana dilansir Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (20/12).

Angga menyebut, catatan kasus kecelakaan lalu lintas Jalan Raya Parung Panjang sejak awal Januari hingga 19 Desember 2023. “Ada beberapa kejadian yang memang terlambat dilaporkan. Yang terlambat itu artinya ada kecelakaan, namun baru seminggu kemudian lapor untuk santunan Jasa Raharja,” jelasnya.

Dari 12 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas itu, dua di antaranya merupakan korban yang tertimpa truk pengangkut tambang pada Minggu (17/12) sore. Pada saat itu truk tambang terbalik dan menimpa Isnawati, 34; dan anak perempuannya.

“Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat warga Desa Pingku tertimpa truk tambang yang terguling karena lepas kendali,” katanya.

Belakangan diketahui bahwa korban masih memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Desa Pingku, Mad Nawin. “Iya warga kami, korban rencananya mau ke daerah Lebak Wangi dengan anaknya,” kata Mad Nawin.

Mad Nawin meminta pihak pengusaha tambang untuk duduk bersama mencari solusi agar peristiwa tewasnya ibu dan anak tersebut tidak terulang kembali. “Kami Pemdes (Pemerintah Desa) meminta unsur terkait baik pengusaha dan pihak lain gimana caranya untuk mencari solusi agar kejadian tidak kembali terulang,” ungkap Mad Nawin.

Pantauan JawaPos.com, setiap pukul 13.00 hingga 16.00, terlihat truk kosong yang melintas dari arah Tangerang menuju Parung Panjang. Truk yang melintas itu memicu kemacetan lalu lintas. Bahkan kemacetannya dari Parung Panjang (Kabupaten Bogor) hingga Kecamatan Pagedangan (Kabupaten Tangerang) atau sekitar 5 kilometer. Sementara lebar jalan hanya dua lajur. Ketika satu lajur telah mengular kendaraan, maka kendaraan dari arah Tangerang tidak bisa melintas lebih cepat.

Selain itu, setiap malam ketika truk melintas tidak semuanya truk itu berjalan lancar. Tidak jarang ditemukan truk yang mengalami bocor ban atau patah as. Ketika patah as, maka lalu lintas jadi macet karena dilakukan buka tutup. Sayang ketika buka tutup itu tidak aparat kepolisian yang mengatur. Akibatnya terjadinya lalu lintas yang tersendat memicu kemacetan panjang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore