Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2023 | 13.35 WIB

KLHK Sebut Penyebab Utama Polusi Udara Adalah Kendaraan Bermotor

Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). - Image

Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023).

JawaPos.com - Penyebab utama terkait polusi udara di Jakarta masih didominasi lantaran penggunaan transportasi berupa kendaraan bermotor. Hal itu disampaikan Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Luckmi Purwandari. 
 
Berdasarkan data KLHK, ia mengatakan bahwa lebih dari 24,5 juta sepeda motor masuk ke Jakarta pada tahun 2022. Sebagian besar kendaraan tersebut menggunakan bahan bakar fosil yang berkontribusi pada emisi.
 
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen adalah sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor ini sekitar satu juta lebih setiap tahunnya," ujar Luckmi kepada wartawan, Rabu (16/8).
 
 
Selain sepeda motor, ia mengatakan bahwa aktivitas industri juga merupakan faktor utama penyumbang polusi udara di Jakarta. Meskipun begitu, ia menegaskan buruknya kualitas udara juga dipengaruhi oleh faktor alami seperti musim, arah angin, dan topografi kota.
 
Selama beberapa tahun terakhir, musim kemarau pada bulan Juni-Agustus, kata Luckmi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas udara di Jakarta. Pada periode ini, angin muson timur yang mengarah dari timur ke barat membawa potensi pencemaran udara yang lebih tinggi dari biasanya.
 
"Pada periode ini, terdapat potensi penurunan kualitas udara yang signifikan dibandingkan dengan kondisi normal," jelasnya.
 
 
Adapun menurut hitung-hitungan KLHK, kualitas udara di Jakarta saat ini tidak seseram yang diberitakan. Menurut data KLHK, kondisi udara Jakarta dari 2018 sampai 2023 rata-rata baik dan sedang meski ada beberapa hari di tingkat tak sehat.
 
"Untuk bulan Agustus ini sampai tanggal 13 kondisinya sedang, dan 5 harinya tidak sehat," ucapnya 
 
"Jadi selama 13 hari ada 5 hari yang tidak sehat. Tapi lainnya sedang. Artinya tidak sehat, untuk orang yang memiliki asma dan gangguan pernafasan lainnya harus lebih waspada dengan memakai masker, membawa obat-obatan dan mengurangi aktivitas di luar," pungkas Luckmi.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore