Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 02.37 WIB

Industri di Kabupaten Bogor Jadi Penyumbang Terbesar Polusi Udara di Jabodetabek

Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Senin (16/6/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Senin (16/6/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perusahaan atau industri yang tersebar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan penyumbang polusi udara terbesar di Jabodetabek.

Co-Founder Bicara Udara Ratna Kartadjoemena menuturkan, masih terdapat kesenjangan pemahaman di kalangan perusahaan terkait hubungan antara polusi udara dan perubahan iklim. Padahal, keduanya memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan operasional bisnis, kesehatan masyarakat, serta stabilitas ekonomi secara luas.

Industri menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jabodetabek, terutama di kabupaten Bogor,” ujar Ratna Kartadjoemena sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Kamis (23/4). 

Polusi udara menyebar melalui angin. Meskipun sumbernya ada di luar Jakarta, tapi polutan tetap bisa menyebar ke wilayah sekitarnya,” sambung Ratna.

Pendapat itu dikemukakan Ratna Kartadjoemena saat forum dialog saat peringatan Hari Bumi 2026 di Pacific Century Place, Jakarta, pada Rabu (22/4).

Managing Partner HHP Law Firm Mita Guritno mengatakan, diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi para pelaku industri untuk memahami bahwa pengendalian polusi dan emisi bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan. Pengendalian polusi merupakan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang.

Environmental Economist The World Bank Marissa Malahayati mengatakan, pengendalian polusi industri di Jabodetabek bisa diprioritaskan pada 3 area utama, yaitu konversi energi, penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, dan manajemen data kualitas udara yang terintegrasi.

“Program pengendalian polusi di Jabodetabek berpotensi menurunkan PM2.5 hingga 39,5 persen dengan investasi sekitar 1,25 miliar dolar AS dalam 5 hingga 10 tahun, secara efektif melalui pengendalian polusi industri dan kendaraan berat berstandar Euro IV,” ujar Marissa Malahayati.

Sedangkan Senior Associate HHP Law Firm Rahadiyan Prasetya menegaskan peran pembiayaan berkelanjutan dalam mendorong pengendalian emisi dan peningkatan kualitas udara. Sejak peluncuran Sustainability Line of Service pada 2024, HHP Law Firm telah mendampingi berbagai sustainability deals, termasuk green loans, sustainability linked loans, dan transition finance. Semua itu menggunakan pendekatan hukum dan struktur transaksi yang kredibel serta selaras dengan standar ESG nasional dan internasional.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore