Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 16.38 WIB

Kejar Target Bebas Stunting, Pemkot Tangsel Intensifkan Langkah Pencegahan Sejak Anak dalam Kandungan Sampai 1.000 Hari Pertama

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan program-program digital Pemkot Tangsel yang sudah diluncurkan. (Diskominfo Tangsel) - Image

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan program-program digital Pemkot Tangsel yang sudah diluncurkan. (Diskominfo Tangsel)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengajar target bebas stunting. Untuk merealisasikan target tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengintensifkan program pencegahan sejak dini. Mulai anak masih dalam kandungan sampai 1.000 hari pertama. Bahkan jauh hari sebelumnya.

Menurut Benyamin, benteng pertama pencegahan stunting sejatinya terletak pada kesiapan calon ibu sebelum kehamilan terjadi. Karena itu, pihaknya juga menggeber edukasi pencegahan stunting kepada para calon pengantin di Tangsel. Program itu, dilaksanakan secara intensif bersama instansi terkait lainnya. Sehingga nantinya, warga Tangsel yang menikah sudah paham cara mencegah stunting.

”Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal,” kata dia dalam keterangan resmi pada Senin (20/7).

Benyamin berharap intervensi yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel sejak dini menjadi jalan untuk mengurangi, menekan, dan menghilangkan stunting. Dia ingin setiap anak yang lahir dan besar di Tangsel dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal. Untuk itu, dia mengajak semua pihak berkolaborasi demi menjadikan Tangsel bebas stunting.

”Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” ajak orang nomor satu di Tangsel tersebut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel TB Asep Nurdin, data-data pada 2026 memang menunjukkan angka prevalensi stunting di wilayahnya turun signifikan. Namun demikian, tetap perlu dilakukan gerakan intensif untuk memastikan penurunan angka tersebut terus mengarah pada target Tangsel bebas stunting.

”Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen. Capaian ini sudah berada jauh di bawah rata-rata target nasional,” terang dia.

Saat ini Pemkot Tangsel tidak hanya fokus pada penanganan balita yang sudah terlanjur bergejala. Dia menyebut, jajaran Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tangsel kini menggeser strategi ke arah hulu dengan memperketat pengawasan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra kehamilan.

Langkah tersebut diambil demi memastikan setiap calon ibu, ibu hamil, dan anak-anak pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mendapatkan intervensi gizi yang optimal. Dia menekankan, Fase HPK sangat krusial karena menjadi penentu tumbuh kembang anak di masa depan. Kekurangan gizi pada periode tersebut dapat berdampak permanen pada kemampuan kognitif anak.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore