
Mantan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi. (Istimewa)
JawaPos.com - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Zainul Majdi, menilai tradisi kurban yang dilakukan pemerintah menggunakan anggaran negara sebaiknya tidak mengatasnamakan pribadi pejabat. Menurutnya, pelaksanaan kurban tersebut memang melekat pada jabatan, karena menggunakan dana dari APBN maupun APBD.
TGB menjelaskan, tradisi kurban pemerintah sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menyebut presiden, gubernur, bupati hingga wali kota selama ini juga memiliki program kurban yang menggunakan anggaran negara.
“Setahu saya sejak lama memang ada tradisi berkurban dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Ya presiden, gubernur, bupati, wali kota bahkan pimpinan dari beberapa lembaga negara juga ada,” kata TGB Zainul Majdi sebagaimana dikutip pada media sosial Instagram pribadinya, Kamis (28/5).
Menurut dia, sumber pendanaan menjadi pembeda antara kurban pribadi dan kurban pemerintah. Sebab, anggaran yang digunakan bersumber dari uang negara, maka penyebutannya pun mengikuti jabatan yang melekat pada pejabat tersebut.
“Nah sumber dananya, ya dari APBN dan atau APBD. Jadi disebutnya itu kalau tingkat misalnya pemimpin tertinggi ya jabatan yang disebut itu ya kurban presiden, misalnya untuk tingkat presiden,” ujarnya.
TGB kemudian mencontohkan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Gubernur NTB. Saat itu, program kurban pemerintah daerah juga dilakukan dengan menggunakan nama jabatan, bukan nama pribadi.
“Dulu waktu saya berkhidmat sebagai gubernur, itu juga ada dalam tanda kutip 'kurban gubernur'. Jadi ditulisnya di sapi itu kurban gubernur ya, bukan kurban Zainul Majdi atau TGB gitu, bukan,” ucapnya.
Baca Juga:Alwi Farhan Ogah Besar Kepala Usai Singkirkan Shi Yu Qi di Babak 16 Besar Singapore Open 2026
Ia menegaskan, penggunaan nama jabatan dalam program kurban pemerintah penting agar masyarakat memahami bahwa hewan kurban tersebut dibeli menggunakan uang negara, bukan dana pribadi pejabat.
“Kenapa? Ya karena memang ini melekat dengan jabatan. Ini pakai uang negara, bukan pribadi,” tegasnya.
Meski demikian, TGB menjelaskan bahwa kurban pemerintah berbeda dengan ibadah kurban secara syariat yang dilakukan secara personal. Kurban pribadi, kata dia, harus menggunakan dana sendiri dan dilaksanakan atas nama individu yang berkurban.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
