
Ilustrasi kerja online (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Perubahan pola kerja di era modern membuat banyak orang menjalani rutinitas yang berbeda dari jam kerja konvensional. Sistem kerja shift, work from home (WFH), hingga freelance dengan jam fleksibel kini semakin lumrah.
Saat bulan Ramadhan, kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa sekaligus menjaga produktivitas, namun tetap mengutamakan kesehatan.
Puasa dan pola kerja modern seperti shift, WFH, dan freelance memang memiliki tantangan tersendiri. Namun dengan strategi yang tepat mulai dari pengaturan jam tidur, asupan nutrisi, hingga manajemen waktu, akan membuat ibadah puasa tetap bisa dijalankan secara optimal tanpa mengorbankan produktivitas kerja dan kesehatan.
Puasa bukan penghalang untuk bekerja. Puasa justru bisa menjadi sarana untuk memperbaiki gaya hidup di tengah tuntutan kerja modern.
Jika dijalani dengan pola yang tepat, puasa justru memberikan manfaat bagi pekerja modern. Yaitu dapat meningkatkan kontrol diri dan manajemen waktu, membantu fokus melalui pengaturan energi tubuh, hingga mendukung kesehatan metabolik dan mental.
Lalu, bagaimana hubungan antara puasa dan pola kerja modern dan apa saja tantangannya? Simak ulasan berikut ini.
Pekerja shift, terutama pada shift malam, sering menghadapi perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Kondisi ini bisa membuat puasa terasa lebih berat karena waktu tidur terfragmentasi.
Jika buka puasa dan sahur tidak diatur dengan baik, pekerja shift rentan terkena risiko dehidrasi hingga penurunan konsentrasi saat melakukan kerja malam.
Strategi yang disarankan, sebaiknya memaksimalkan asupan cairan dan elektrolit pada saat sahur dan berbuka. Pilihlah makanan tinggi protein dan serat agar kenyang lebih lama.
Selain itu, gunakan waktu sebelum berbuka atau setelah sahur untuk tidur berkualitas. Secara medis, menjaga konsistensi waktu tidur kendati singkat tetap penting agar puasa tidak mengganggu kesehatan pekerja dengan sistem shift.
Bekerja dari rumah memberikan keuntungan berupa fleksibilitas waktu. Namun, tanpa manajemen yang baik, WFH justru bisa membuat pola kerja dan istirahat jadi kacau saat berpuasa.
Risiko yang sering terjadi bagi pekerja WFH adalah terlalu lama duduk dan minim aktivitas fisik, lupa sahur atau makan berlebihan pada saat berbuka puasa. Tak hanya itu, jam kerja juga bisa melebar hingga malam hari.
Saran yang sebaiknya dilakukan, pekerja WFH harus menerapkan jam kerja dan jam istirahat yang jelas. Penting juga melakukan olahraga ringan menjelang berbuka, dan menghindari ngemil secara berlebihan pada saat berbuka.
Dengan pengaturan waktu yang disiplin, puasa justru dapat meningkatkan fokus dan efisiensi kerja pada saat WFH.
Puasa harus dapat menjadi momentum bagi freelancer untuk membangun ritme kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022