Ilustrasi umat Islam membaca Al-Qur’an. (Photo by RDNE Stock project/pexels)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) menuntaskan Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an pada Jumat (21/11). Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an tersebut dalam rangka penyempurnaan Tafsir Al-Qur’an.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an telah melahirkan delapan rekomendasi untuk penyempurnaan Tafsir Al-Qur’an. Kemenag pun sangat berkomitmen untuk menindaklanjutinya.
Menurut Abu Rokhmad, penyempurnaan berkelanjutan menjadi keharusan di tengah cepatnya perubahan sosial dan derasnya arus informasi keagamaan. "Rekomendasi ini sangat penting karena membantu memastikan bahwa tafsir pemerintah tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga relevan dengan problem keagamaan dan sosial hari ini. Tafsir Kemenag harus menjadi rujukan yang meneduhkan, moderat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Abu di Jakarta.
Adapun kedelapan rekomendasi sebagai berikut:
Baca Juga: Ijtimak Ulama Nusantara Diminta Pertegas Fatwa soal Politik Uang
Jika diterapkan secara konsisten, kata Abu, hasil Ijtimak berpotensi memperkuat posisi tafsir pemerintah sebagai rujukan ilmiah sekaligus sosial dalam mendukung moderasi beragama dan harmoni nasional.
"Kami mendorong integrasi pendekatan ilmiah dan empatik agar tafsir dapat menjembatani antara warisan ulama klasik dan kebutuhan pembaca modern. Ini adalah langkah penting dalam penguatan moderasi beragama,” tegasnya.
Untuk diketahui, Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an berlangsung di Jakarta pada Rabu (19/11) hingga (20/11). Forum itu mempertemukan ulama, akademisi, dan para pakar.
Ketua Tim Tafsir Kemenag Darwis Hude yang membacakan rekomendasi menilai, proses penyempurnaan tafsir sebagai kerja peradaban. Menurut dia, kehadiran para pakar lintas disiplin dalam forum ini penting untuk menjaga kedalaman analisis sekaligus memperluas perspektif.
"Penyempurnaan tafsir bukan sekadar revisi kata-kata, tetapi upaya membaca kembali teks Al-Qur’an dalam hubungan dengan konteks sosial dan ilmu pengetahuan kontemporer. Tafsir yang baik harus memandu akal sekaligus nurani umat,” ungkap Darwis.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
