Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 02.49 WIB

Jadwal dan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025:  Lafal Lengkap dan Keutamaannya

umat muslim sedang mengelilingi ka - Image

umat muslim sedang mengelilingi ka


JawaPos.com - Puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Kedua puasa ini dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, bulan yang penuh berkah di kalender Hijriyah. Meski hukumnya sunnah, puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan luar biasa yang dapat mendatangkan ampunan dan pahala besar.

Waktu Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan sehari setelahnya, yakni pada 9 Dzulhijjah.

Jadwal Puasa Zulhijah 2025

Melansir dari Laman Radar Semarang, Berdasarkan kalender Hijriyah 1446 H berikut adalah jadwal puasa Zulhijah tahun 2025:

11–7 Zulhijah: Puasa sunnah biasa (Senin, 26 Mei – Selasa, 3 Juni 2025)

28 Zulhijah / Puasa Tarwiyah: Rabu, 4 Juni 2025

39 Zulhijah / Puasa Arafah: Kamis, 5 Juni 2025

410 Zulhijah: Jumat, 6 Juni 2025 (Idul Adha – tidak boleh berpuasa)

Waktu pelaksanaannya sama seperti puasa sunnah lainnya, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bagi yang lupa berniat puasa pada malam hari, niat boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Lafal Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah


Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah yang bisa dibaca pada malam hari:

- Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

- Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Berikut adalah lafal niat puasa tarwiyah dan arafah ketika siang hari:

Niat Puasa Tarwiyah siang hari  

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”  

- Niat puasa Arafah siang hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar ibadah sunnah, tapi memiliki pahala dan keutamaan yang besar.

Melansir dari Laman NU Online, Menurut Ustadz Sunnatullah, pengajar Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Bangkalan puasa ini dapat menghapus dosa-dosa hamba Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun, sedangkan puasa hari Arafah bisa menghapus dosa dua tahun.” (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar) dikutip dari laman Mui.or.id.

Lebih lanjut, Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidul Qadir menjelaskan bahwa puasa Arafah menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, berdasarkan hadits shahih dari HR Muslim.

Mayoritas ulama menyatakan dosa yang dihapus adalah dosa kecil, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim.

Keutamaan Khusus Puasa Arafah: Pembebasan dari Siksa Neraka

Melansir dari Laman MUI Digital, Selain menghapus dosa, puasa Arafah juga memiliki keutamaan khusus yaitu membebaskan hamba dari siksa api neraka. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR Muslim)

Siapa yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Melansir dari Laman MUI Digital, Puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Menurut Imam Nawawi, bagi yang sedang melakukan rukun Islam kelima tersebut (haji), menjalankan puasa ini makruh karena dapat melemahkan stamina untuk beribadah di Arafah.

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan puasa sunnah dengan pahala besar dan banyak keutamaan, terutama dalam menghapus dosa dan membebaskan dari siksa neraka. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji. Dengan menjalankan puasa sunnah ini, selain mendapatkan pahala, juga menambah kesempurnaan ibadah di bulan Dzulhijjah yang penuh berkah.
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore