Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Oktober 2026 | 23.44 WIB

Malaysia Perpanjang Penutupan Sekolah di Johor hingga 23 Oktober Akibat Kabut Asap

Penutupan lembaga pendidikan di Johor telah diperpanjang selama lima hari lagi, dari 19 hingga 23 Oktober, karena kabut asap terus berlanjut dan kualitas udara tetap buruk. (BERNAMA) - Image

Penutupan lembaga pendidikan di Johor telah diperpanjang selama lima hari lagi, dari 19 hingga 23 Oktober, karena kabut asap terus berlanjut dan kualitas udara tetap buruk. (BERNAMA)

JawaPos.com - Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia, memperpanjang penutupan institusi pendidikan selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Oktober 2026, akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut. 

Keputusan ini diambil karena kualitas udara belum menunjukkan perbaikan signifikan dan paparan polusi dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Dr Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi penanganan kabut asap tingkat negara bagian pada Minggu (18/10).

Kebijakan itu juga sejalan dengan arahan Pemangku Sultan Johor, Tunku Mahkota Ismail Sultan Ibrahim, yang menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.

“Laporan pemantauan menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kualitas udara. Pergerakan angin ke arah utara dan prakiraan cuaca untuk tiga hingga empat hari ke depan juga telah menjadi pertimbangan,” kata Muhammad Naqib mengutip New Strait Times.

Selain kondisi udara, pemerintah Johor mempertimbangkan laporan otoritas kesehatan mengenai risiko paparan polusi dalam jangka panjang. Anak-anak dan kelompok rentan menjadi perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.

Lebih dari 30.000 Kasus Gangguan Pernapasan Tercatat

Perpanjangan penutupan sekolah dilakukan di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan pernapasan. Muhammad Naqib menyebut sebanyak 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas atau *upper respiratory tract infection* (URTI) tercatat sepanjang Oktober ini.

Jumlah kasus mingguan juga meningkat 20,7 persen. Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperpanjang penghentian kegiatan belajar secara langsung.

Pemerintah Johor belum memastikan apakah penutupan akan kembali diperpanjang setelah 23 Oktober. Keputusan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta penilaian terbaru dari otoritas kesehatan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore