Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 02.31 WIB

Co-Founder Google Sergey Brin Kucurkan USD 102 Juta untuk Hadang Pajak Kekayaan California

Warga AS membawa poster saat menghadiri aksi dukungan terhadap Prop 40 di San Jose, California, AS, Selasa (18/8/2026) (The Business Times) - Image

Warga AS membawa poster saat menghadiri aksi dukungan terhadap Prop 40 di San Jose, California, AS, Selasa (18/8/2026) (The Business Times)

JawaPos.com - Google co-founder Sergey Brin menggelontorkan USD 102 juta atau sekitar Rp1,83 triliun dengan kurs Rp17.940 per dolar AS untuk mendukung upaya menggagalkan pajak kekayaan satu kali bagi miliarder California. Dana itu disalurkan melalui Building a Better California menjelang pemungutan suara Proposition 40 pada November. 

Bagi Brin, yang kekayaannya diperkirakan sekitar USD 270 miliar atau Rp4.843,8 triliun, pajak tersebut berpotensi menimbulkan kewajiban hampir USD 14 miliar atau Rp251,16 triliun. Besarnya dana yang dikeluarkan Brin memperlihatkan bahwa pertarungan Prop 40 bukan hanya perdebatan mengenai tarif pajak. 

CNN mencatat hampir USD 100 juta telah dipesan untuk iklan oleh kelompok yang menentang kebijakan itu, sebagian besar berasal dari Brin dan miliarder lain. Perkembangan ini menjadi contoh meningkatnya penggunaan kekayaan pribadi para pengusaha teknologi untuk memengaruhi kebijakan publik di Amerika Serikat.

Jika disetujui, Prop 40 akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen atas kekayaan individu dan trust dengan nilai sedikitnya USD 1 miliar. Ketentuan itu berlaku bagi siapa pun yang tinggal di California pada awal tahun ini, untuk mencegah miliarder pindah guna menghindari pajak. Ekonom UC Berkeley sekaligus perancang kebijakan Emmanuel Saez menegaskan, "Sudah terlambat untuk pergi sekarang."

Menurut pendukungnya, pajak itu diperlukan untuk menutup dampak pemangkasan belanja kesehatan federal yang diperkirakan menciptakan kekurangan sekitar USD 20 miliar atau Rp358,8 triliun per tahun bagi California dan mengancam program Medi-Cal. 

Mereka memperkirakan Prop 40 dapat menghasilkan hingga USD 100 miliar atau Rp1.794 triliun, cukup untuk menutup kekurangan tersebut selama sekitar lima tahun. Brian Galle dari UC Berkeley mengatakan penyedia layanan di wilayah dengan banyak penduduk bergantung pada Medicaid akan terkena dampak paling berat.

Namun, dukungan terhadap Prop 40 tidak datang tanpa perlawanan. Gubernur California Gavin Newsom menolak proposal tersebut dan mengusulkan pajak minimum miliarder di tingkat nasional. Dia menilai kebijakan itu juga tidak menyelesaikan kebutuhan California untuk perumahan, pengasuhan anak, dan pendidikan.

"Kita tidak bisa membiarkan satu organisasi advokasi, betapapun baik niatnya, menulis aturan pajak negara bagian sesuai kepentingannya sendiri," tulis Newsom.

Brin sendiri menjadi salah satu penentang paling vokal. Dalam pernyataan kepada The New York Times, dia mengaitkan penolakannya dengan pengalaman keluarganya meninggalkan Uni Soviet.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore