Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 18.01 WIB

Trump Akui Tak Banyak Bahas Keamanan AI dengan Xi Jinping, Sebut AS Harus Tetap Memimpin

  1.  

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan membahas keamanan, teknologi, dan kecerdasan buatan. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak banyak membahas keamanan kecerdasan buatan (AI) dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mereka pekan lalu. Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah AS dan Tiongkok menyepakati pembukaan dialog mengenai risiko dan manfaat AI.

Dilansir dari Kyodo, Rabu (30/9), Trump menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah acara di Washington pada Selasa. Dia mengatakan tidak ingin terlalu jauh membahas persoalan tersebut karena Amerika Serikat saat ini berada di posisi terdepan dalam pengembangan AI.

"Kami membicarakannya, tetapi tidak terlalu banyak karena saya tidak ingin melakukan apa pun. Kami memimpin, jadi mengapa saya harus melakukan sesuatu?" kata Trump.

Trump mengatakan sejumlah pihak sebelumnya mengusulkan agar AS mengembangkan AI bersama Tiongkok. Namun, dia khawatir kerja sama tersebut justru memungkinkan Tiongkok memperoleh akses dengan cepat terhadap teknologi yang menurutnya belum dikuasai negara tersebut.

Dalam pertemuan Trump dan Xi di Gedung Putih pada pekan lalu, kedua negara memang sepakat memulai dialog mengenai risiko dan manfaat AI serta membangun saluran komunikasi untuk menangani insiden terkait AI.

Sikap Trump terhadap regulasi AI juga kembali terlihat setelah dia bertemu sekitar 20 pemimpin perusahaan teknologi dan AI besar Amerika Serikat di Gedung Putih pada Selasa.

"Saya melihat upaya pengawasan mandiri yang luar biasa, dan mereka memahami bahwa mereka harus melakukan pengawasan sendiri," ujar Trump kepada wartawan.

Trump mengatakan dirinya bersama sejumlah peserta pertemuan telah menandatangani kesepakatan AI yang disebutnya "mengikat secara moral".

Dalam dokumen tersebut, perusahaan pengembang model AI terdepan didorong menerapkan praktik keselamatan, termasuk "pengendalian internal yang kuat" untuk mencegah peretasan yang tidak disengaja dan risiko lainnya. Perusahaan juga diminta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan penilaian secara independen. Reuters juga melaporkan kesepakatan itu bersifat sukarela.

Enam perusahaan, yakni Anthropic, Google, Meta, Nvidia, OpenAI, dan xAI, menandatangani kesepakatan tersebut. Mereka juga sepakat bertemu secara berkala untuk mengembangkan standar dan praktik terbaik guna meningkatkan keamanan sistem AI.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore