Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan membahas keamanan, teknologi, dan kecerdasan buatan. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak banyak membahas keamanan kecerdasan buatan (AI) dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mereka pekan lalu. Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah AS dan Tiongkok menyepakati pembukaan dialog mengenai risiko dan manfaat AI.
Dilansir dari Kyodo, Rabu (30/9), Trump menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah acara di Washington pada Selasa. Dia mengatakan tidak ingin terlalu jauh membahas persoalan tersebut karena Amerika Serikat saat ini berada di posisi terdepan dalam pengembangan AI.
"Kami membicarakannya, tetapi tidak terlalu banyak karena saya tidak ingin melakukan apa pun. Kami memimpin, jadi mengapa saya harus melakukan sesuatu?" kata Trump.
Trump mengatakan sejumlah pihak sebelumnya mengusulkan agar AS mengembangkan AI bersama Tiongkok. Namun, dia khawatir kerja sama tersebut justru memungkinkan Tiongkok memperoleh akses dengan cepat terhadap teknologi yang menurutnya belum dikuasai negara tersebut.
Dalam pertemuan Trump dan Xi di Gedung Putih pada pekan lalu, kedua negara memang sepakat memulai dialog mengenai risiko dan manfaat AI serta membangun saluran komunikasi untuk menangani insiden terkait AI.
Sikap Trump terhadap regulasi AI juga kembali terlihat setelah dia bertemu sekitar 20 pemimpin perusahaan teknologi dan AI besar Amerika Serikat di Gedung Putih pada Selasa.
"Saya melihat upaya pengawasan mandiri yang luar biasa, dan mereka memahami bahwa mereka harus melakukan pengawasan sendiri," ujar Trump kepada wartawan.
Trump mengatakan dirinya bersama sejumlah peserta pertemuan telah menandatangani kesepakatan AI yang disebutnya "mengikat secara moral".
Dalam dokumen tersebut, perusahaan pengembang model AI terdepan didorong menerapkan praktik keselamatan, termasuk "pengendalian internal yang kuat" untuk mencegah peretasan yang tidak disengaja dan risiko lainnya. Perusahaan juga diminta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan penilaian secara independen. Reuters juga melaporkan kesepakatan itu bersifat sukarela.
Enam perusahaan, yakni Anthropic, Google, Meta, Nvidia, OpenAI, dan xAI, menandatangani kesepakatan tersebut. Mereka juga sepakat bertemu secara berkala untuk mengembangkan standar dan praktik terbaik guna meningkatkan keamanan sistem AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022