Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 23.23 WIB

Hubungan Jepang-Tiongkok Mulai Mencair? Menlu Kedua Negara Bertemu di Manila setelah Ketegangan soal Taiwan

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi berbicara kepada wartawan di Manila, Filipina, pada 23 Juli 2026. (Kyodo) - Image

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi berbicara kepada wartawan di Manila, Filipina, pada 23 Juli 2026. (Kyodo)

JawaPos.com – Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kembali melakukan komunikasi untuk pertama kalinya sejak hubungan kedua negara memanas akibat isu Taiwan pada November tahun lalu. Pertemuan singkat itu berlangsung di sela-sela rangkaian pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina.

Seperti dilansir Kyodo, Kamis (23/7), Motegi mengatakan pembicaraan berlangsung singkat ketika keduanya berpapasan usai menghadiri agenda terpisah bersama para menteri luar negeri negara-negara ASEAN.

Motegi tidak mengungkapkan isi pembicaraan secara rinci. Ia hanya menegaskan bahwa Jepang tetap membuka pintu dialog dengan Tiongkok di semua tingkatan meski hubungan bilateral masih mengalami ketegangan.

"Mengingat pentingnya peran Jepang dan Tiongkok dalam menjaga perdamaian kawasan, sangat penting bagi kami untuk terus melanjutkan dialog," ujar Motegi kepada wartawan.

Kontak tersebut menjadi komunikasi tingkat tinggi pertama sejak hubungan kedua negara memburuk setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan respons Jepang apabila Tiongkok menyerang Taiwan.

Dalam sidang parlemen pada November lalu, Takaichi mengatakan serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung Amerika Serikat.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing yang menilai Jepang telah mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok. Sebagai respons, pemerintah Tiongkok memperketat tekanan terhadap Jepang, termasuk dengan mengimbau warganya mengurangi perjalanan ke Jepang serta membatasi ekspor logam tanah jarang (rare earth) dan barang-barang berteknologi ganda yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Sejak saat itu, komunikasi resmi antara pemerintah Jepang dan Tiongkok praktis terhenti. Karena itu, pertemuan singkat antara Motegi dan Wang dinilai berpotensi membuka kembali jalur diplomasi kedua negara.

Perhatian kini tertuju pada kemungkinan pertemuan antara Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada November mendatang.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok belum mengonfirmasi adanya komunikasi tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian hanya mengatakan Wang Yi tidak memiliki rencana menggelar pembicaraan resmi dengan pihak Jepang selama berada di Manila.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore