Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 04.34 WIB

Tiongkok Buka Pinglu Canal, Pangkas 560 Km Jalur Dagang dari Pedalaman ke Asia Tenggara

Kanal Pinglu menghubungkan kawasan pedalaman Tiongkok dengan jalur perdagangan laut menuju Asia Tenggara / Foto: (SCMP) - Image

Kanal Pinglu menghubungkan kawasan pedalaman Tiongkok dengan jalur perdagangan laut menuju Asia Tenggara / Foto: (SCMP)

JawaPos.com — Tiongkok membuka Kanal Pinglu (Pinglu Canal) pada Rabu (16/9) untuk menghubungkan kawasan pedalaman barat daya dengan jalur pelayaran menuju Asia Tenggara. Kanal sepanjang 134,2 kilometer ini membentang dari Nanning di Guangxi hingga Teluk Tonkin atau Teluk Beibu. Kehadirannya memungkinkan barang dari sejumlah provinsi pedalaman mencapai laut tanpa harus menempuh jalur memutar melalui Guangzhou.

Dengan jalur baru ini, pengiriman dari wilayah pedalaman dapat menghindari perjalanan sekitar 560 kilometer melalui Guangzhou. Selain memangkas jarak tempuh, Kanal Pinglu dirancang untuk mengurangi waktu transit dan biaya logistik. Rute tersebut juga mulai digunakan untuk pengiriman internasional yang menghubungkan Nanning dengan Can Tho di Vietnam serta rute domestik menuju Yangpu di Provinsi Hainan.

Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (18/9/2026), sekitar 30 kapal barang dijadwalkan melintasi Kanal Pinglu pada hari pembukaan. Muatannya mencakup bahan bangunan, batu bara, mineral, baja, dan pupuk. Pada saat yang sama, satu dari empat rute penumpang yang direncanakan juga mulai beroperasi. Aktivitas pelabuhan melibatkan Nanning Port dan Qinzhou Port.

Nilai proyek ini mencapai 72,7 miliar yuan atau sekitar Rp192,7 triliun dengan kurs Rp2.650 per yuan. Pembangunan dimulai pada Agustus 2022 dan kanal dirancang untuk melayani kapal dengan bobot hingga 5.000 ton. Pemerintah Tiongkok memperkirakan infrastruktur ini dapat menghemat lebih dari 5 miliar yuan atau sekitar Rp13,25 triliun biaya transportasi setiap tahun.

Kanal Pinglu juga memiliki arti penting bagi kawasan pedalaman yang selama ini tidak memiliki akses langsung ke jalur laut. Provinsi seperti Yunnan, Guizhou, Hunan, dan Sichuan serta Chongqing berpotensi memperoleh biaya logistik yang lebih rendah. Otoritas Yunnan sebelumnya memperkirakan penggunaan kanal dapat memangkas biaya logistik sekitar 18 hingga 30 persen bagi sejumlah wilayah tersebut.

Proyek ini menjadi kanal buatan yang menghubungkan sungai dengan laut pertama yang dibangun Tiongkok sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949. Kanal ini dilengkapi sistem navigasi bertingkat yang memungkinkan kapal sungai yang memenuhi persyaratan melintas hingga ke laut tanpa harus memindahkan muatan ke kapal lain. Sebelum dibuka, serangkaian uji pelayaran dilakukan untuk menguji keamanan kanal, pintu air, area labuh, dan fasilitas pendukung.

Menurut Zhou Mi, peneliti pada Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation di bawah Kementerian Perdagangan Tiongkok, Kanal Pinglu merupakan infrastruktur inovatif. “Selain menyediakan rute yang lebih efisien menuju laut, menghubungkan berbagai provinsi dan mendorong kerja sama ekonomi, kanal ini juga menciptakan peluang untuk memodernisasi sistem transportasi Tiongkok,” ujarnya.

Zhou menilai manfaatnya tidak berhenti pada pemangkasan jalur pengiriman. “Hal ini dapat menciptakan kondisi penting bagi perekonomian Tiongkok dan koordinasi yang lebih besar dengan negara-negara tetangga, sekaligus mendukung optimalisasi dan peningkatan rantai industri serta rantai pasok regional melalui pemanfaatan teknologi pintar yang lebih luas,” katanya. Dia juga menyebut kanal tersebut sebagai sarana untuk mengeksplorasi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dari sisi perdagangan, Kanal Pinglu hadir ketika hubungan ekonomi Tiongkok dengan ASEAN terus berkembang. Dalam delapan bulan pertama 2026, nilai perdagangan keduanya mencapai USD 862,75 miliar atau sekitar Rp15.334 triliun dengan kurs Rp17.760 per dolar AS. Angka itu meningkat 25,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat tumbuh 6,2 persen dalam periode yang sama.

Konektivitas pendukung juga diperluas. Pelabuhan Nanning meningkatkan fasilitas untuk kapal hingga 5.000 ton, sedangkan Pelabuhan Teluk Beibu berupaya menarik muatan dari Chongqing, Sichuan, dan Yunnan. Jalur kereta Tiongkok-Laos juga diproyeksikan terhubung dengan jaringan tersebut. Dengan pembukaan Kanal Pinglu, Beijing berupaya memperpendek hubungan antara pusat produksi di pedalaman dan jalur perdagangan laut sekaligus memperkuat koridor logistik Tiongkok menuju Asia Tenggara.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore