
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters).
JawaPos.com - Iran telah mengajukan tanggapan 14 poin terhadap proposal Amerika Serikat (AS) tentang pengakhiran perang melalui perantara Pakistan. Hal ini dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim seperti dilansir dari Anadolu pada Minggu (3/5).
Tasnim mengatakan tanggapan Iran tersebut membahas proposal AS yang terdiri dari sembilan poin dan berfokus pada pengakhiran perang.
Menurut laporan tersebut, Washington telah mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan, sementara Teheran menekankan bahwa masalah harus diselesaikan dalam waktu 30 hari dan upaya harus difokuskan pada pengakhiran perang daripada memperpanjang gencatan senjata.
Kantor berita tersebut mengatakan proposal Iran mencakup ketentuan seperti jaminan terhadap tindakan militer, penarikan pasukan AS dari daerah sekitar Iran, pencabutan blokade laut dan sanksi, pencairan aset Iran, pembayaran kompensasi, dan pengakhiran permusuhan di berbagai front, termasuk Lebanon.
Ditambahkan pula bahwa proposal tersebut juga mencakup kerangka kerja terkait Selat Hormuz, jalur vital untuk minyak dan gas global yang tetap terblokir sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Pakistan sendiri telah menjadi mediator gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai pada awal April, mengatur perundingan perdamaian bersejarah di Islamabad, dan bermaksud untuk mempertahankan peran tersebut hingga konflik berakhir.
Sementara itu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.
Gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai gencatan senjata yang langgeng.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
