Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 04.53 WIB

Siapakah John Phelan? Menteri Angkatan Laut AS yang Dipecat Donald Trump di Tengah Perang Iran

FILE PHOTO: U.S. Secretary of the Navy John Phelan speaks, after President Donald Trump announced the Navy's "Golden Fleet", at Mar-a-lago in Palm Beach, Florida, U.S., December 22, 2025. (REUTERS/Jessica Koscielniak) - Image

FILE PHOTO: U.S. Secretary of the Navy John Phelan speaks, after President Donald Trump announced the Navy's "Golden Fleet", at Mar-a-lago in Palm Beach, Florida, U.S., December 22, 2025. (REUTERS/Jessica Koscielniak)

JawaPos.com - Di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang telah memasuki pekan kedelapan, keputusan Presiden Donald Trump mencopot Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan, memantik perhatian luas. Pentagon memastikan Phelan meninggalkan jabatannya secara efektif segera. 

“Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Sekretaris Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar juru bicara Pentagon Sean Parnell mengutip Al-Jazeera.

Namun, di balik pernyataan formal itu, pencopotan ini terjadi pada momen yang sangat krusial. Armada laut AS tengah memainkan peran utama dalam blokade terhadap Iran, termasuk menjaga ketat jalur strategis Selat Hormuz, lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia saat kondisi normal.

Figur Sipil di Kursi Strategis

Nama John Phelan mulai mencuat sejak ditunjuk pada 2024 sebagai Sekretaris Angkatan Laut, posisi sipil tertinggi yang mengawasi berbagai aspek vital, mulai dari perekrutan, mobilisasi, hingga pembangunan dan perawatan kapal perang.

Yang menarik, Phelan bukan berasal dari kalangan militer. Ia adalah pebisnis dan eksekutif investasi, sekaligus donatur besar Partai Republik. Penunjukannya dinilai sejalan dengan pola rekrutmen pemerintahan Trump yang kerap mengandalkan figur loyalis, bahkan tanpa pengalaman langsung di bidang pertahanan.

Fenomena ini juga terlihat pada tokoh lain di lingkaran Trump, seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sama-sama tidak memiliki latar belakang diplomasi formal namun dipercaya memegang peran penting.

Masa Jabatan yang Penuh Kontroversi

Sejak awal menjabat, masa kepemimpinan Phelan tidak lepas dari sorotan. Ia dikritik karena dianggap lambat dalam mendorong reformasi pembangunan kapal perang—isu krusial bagi kekuatan Angkatan Laut AS.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore