
FILE PHOTO: U.S. Secretary of the Navy John Phelan speaks, after President Donald Trump announced the Navy's "Golden Fleet", at Mar-a-lago in Palm Beach, Florida, U.S., December 22, 2025. (REUTERS/Jessica Koscielniak)
JawaPos.com - Di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang telah memasuki pekan kedelapan, keputusan Presiden Donald Trump mencopot Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan, memantik perhatian luas. Pentagon memastikan Phelan meninggalkan jabatannya secara efektif segera.
“Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Sekretaris Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar juru bicara Pentagon Sean Parnell mengutip Al-Jazeera.
Namun, di balik pernyataan formal itu, pencopotan ini terjadi pada momen yang sangat krusial. Armada laut AS tengah memainkan peran utama dalam blokade terhadap Iran, termasuk menjaga ketat jalur strategis Selat Hormuz, lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia saat kondisi normal.
Figur Sipil di Kursi Strategis
Nama John Phelan mulai mencuat sejak ditunjuk pada 2024 sebagai Sekretaris Angkatan Laut, posisi sipil tertinggi yang mengawasi berbagai aspek vital, mulai dari perekrutan, mobilisasi, hingga pembangunan dan perawatan kapal perang.
Yang menarik, Phelan bukan berasal dari kalangan militer. Ia adalah pebisnis dan eksekutif investasi, sekaligus donatur besar Partai Republik. Penunjukannya dinilai sejalan dengan pola rekrutmen pemerintahan Trump yang kerap mengandalkan figur loyalis, bahkan tanpa pengalaman langsung di bidang pertahanan.
Fenomena ini juga terlihat pada tokoh lain di lingkaran Trump, seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sama-sama tidak memiliki latar belakang diplomasi formal namun dipercaya memegang peran penting.
Masa Jabatan yang Penuh Kontroversi
Sejak awal menjabat, masa kepemimpinan Phelan tidak lepas dari sorotan. Ia dikritik karena dianggap lambat dalam mendorong reformasi pembangunan kapal perang—isu krusial bagi kekuatan Angkatan Laut AS.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
