
Pusat perbelanjaan LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton di Eropa menjadi tujuan utama belanja barang mewah saat permintaan di Timur Tengah melemah akibat konflik. Foto: (The New York Times)
JawaPos.com — Guncangan geopolitik di Timur Tengah memicu pergeseran signifikan dalam arah pertumbuhan industri barang mewah global. Konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan tersebut melemahkan pasar strategis bernilai miliaran dolar AS, yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama permintaan bagi merek-merek premium dunia.
Dalam dinamika tersebut, pelaku utama seperti LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, Hermès, dan Zegna Group mulai mengalihkan fokus ke kawasan yang lebih stabil. Pergeseran ini dinilai mencerminkan penataan ulang strategi distribusi dan pengelolaan stok secara global guna menjaga permintaan di tengah tekanan geopolitik.
Dilansir dari The New York Times, Senin (20/4/2026), penurunan permintaan terjadi secara tajam di kawasan Teluk Persia, seiring merosotnya arus wisatawan. Padahal, wilayah ini sebelumnya menyumbang pertumbuhan signifikan ketika pasar Eropa dan Asia mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai respons, Zegna memindahkan persediaan dari kawasan terdampak ke pusat konsumsi lain seperti London dan Paris. Ketua eksekutif Ermenegildo Zegna menegaskan, “Barang dagangan itu harus dialihkan ke tempat lain.” Dia menambahkan, “Yang kami harapkan adalah dapat menjangkau klien penting itu, jika bukan di sana, maka di belahan dunia lainnya.”
Tekanan serupa juga dialami LVMH. Perusahaan tersebut mencatat penurunan permintaan hingga 70 persen pada Maret, seiring eskalasi konflik. Kepala keuangan LVMH Cécile Cabanis menyatakan, “Yang kami lihat saat ini adalah permintaan yang masih sangat menurun,” seraya menegaskan, “Namun, yang kami tahu, kekayaan itu tidak menghilang.”
Sementara itu, Kering, grup barang mewah asal Prancis yang membawahi merek seperti Gucci dan Saint Laurent, mengaktifkan unit krisis untuk menjaga operasional di kawasan. Meskipun jaringan ritel telah kembali beroperasi, pendapatan turun 11 persen pada kuartal terakhir. Kepala keuangan Armelle Poulou mengatakan, “Di Timur Tengah, arus wisatawan yang paling terdampak dibandingkan penduduk lokal.”
Dampak tidak berhenti di kawasan konflik. Di Eropa, Hermès mencatat penurunan jumlah wisatawan dari negara-negara Teluk, khususnya di Paris. Kepala keuangan Eric du Halgouët menyebut, “Kami melihat penurunan jumlah wisatawan dari Timur Tengah di Eropa.” Penurunan ini juga tercatat di Swiss, Inggris, dan Italia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022