
Presiden Iran Pezeshkian ingin akhiri konflik dengan AS secara terhormat dan diplomatis di 2024. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya ingin mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) secara terhormat. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington, sekaligus membuka peluang penyelesaian damai yang lebih luas.
Dalam pernyataannya pada Minggu (19/4), Pezeshkian menilai Presiden AS, Donald Trump, tidak memiliki hak untuk membatasi hak nuklir Iran. Ia mempertanyakan dasar tuduhan terhadap negaranya.
“Trump mengatakan Iran tidak boleh menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran,” ujar Pezeshkian saat berkunjung ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran, seperti dilaporkan kantor berita ISNA.
Dikutip via Middle East Monitor, ia juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk tetap bersatu dan tegas menghadapi apa yang ia sebut sebagai musuh yang haus darah dan brutal. Meski demikian, Pezeshkian menekankan pentingnya menjaga citra Iran di mata dunia.
“Iran harus mengelola situasi ini dengan cara yang tidak membuat kita terlihat sebagai pihak yang mengobarkan perang, karena kita sedang membela diri,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian turut menyinggung prestasi tim sepak bola putri Iran di Australia pada ajang Piala Asia bulan lalu. Ia juga menyampaikan pesan terbuka kepada dua pemain yang sempat mengajukan suaka.
“Dua gadis yang terpengaruh oleh musuh itu selalu dipersilakan kembali. Kami menyambut mereka dengan tangan terbuka kapan pun mereka pulang,” ujarnya.
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat sendiri memuncak setelah operasi militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari. Serangan tersebut dibalas oleh Teheran dengan menggempur target di Israel serta sejumlah negara kawasan yang menjadi basis militer AS.
Ketegangan sempat mereda setelah gencatan senjata selama dua pekan dimediasi oleh Pakistan pada 8 April.
Upaya diplomasi pun terus berlanjut.
Washington dan Teheran telah menggelar pembicaraan di Pakistan akhir pekan lalu untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
