
Wajah Donald Trump dalam gambar AI bergaya Yesus Kristus memicu kecaman luas dari pemimpin gereja dan tokoh konservatif. Foto: (Al Jazeera)
JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai sosok menyerupai Yesus. Unggahan tersebut, yang kemudian dihapus, memicu gelombang kritik luas, tidak hanya dari pemimpin gereja, tetapi juga dari kalangan konservatif yang selama ini menjadi basis dukungannya.
Gambar tersebut pertama kali dibagikan melalui platform Truth Social milik Trump pada Minggu, sebelum akhirnya dihapus sehari kemudian. Dalam visual itu, Trump terlihat mengenakan jubah putih dan meletakkan tangan di kepala seorang pria, menyerupai adegan penyembuhan dalam tradisi Kristen. Unggahan ini muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus.
Melansir Al Jazeera, Rabu (15/4/2026), kontroversi ini semakin meluas setelah Trump juga menyerang Pope Leo XIV melalui media sosial. Ia menyebut Paus “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri,” yang langsung memicu respons keras dari berbagai pihak lintas spektrum politik dan keagamaan.
Namun demikian, ketika ditanya wartawan, Trump mencoba meredam kontroversi dengan menyatakan bahwa gambar tersebut dimaksudkan sebagai representasi dirinya “sebagai seorang dokter.” Ia menjelaskan, “Itu berkaitan dengan Palang Merah sebagai pekerja Palang Merah, yang kami dukung. Dan hanya media palsu yang bisa mengaitkannya seperti itu.” Ia juga menegaskan tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, Paus Leo XIV memilih merespons secara lebih diplomatis. Dalam perjalanan menuju Aljazair untuk kunjungan 11 hari ke empat negara Afrika, ia mengatakan, “Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengannya.” Ia menambahkan bahwa dirinya akan terus menyuarakan perdamaian, dialog, dan solusi multilateral. “Terlalu banyak orang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Seseorang harus berdiri dan mengatakan ada cara yang lebih baik,” imbuhnya.
Ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan sendiri telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan imigrasi keras AS, aksi militer, serta posisi Washington dalam konflik yang melibatkan Iran dan Israel. Dalam konteks ini, komentar Trump terhadap Paus dianggap memperburuk hubungan yang sudah rapuh.
Reaksi keras juga datang dari pemimpin gereja Katolik di Amerika Serikat. Uskup Agung Paul S Coakley menyatakan kekecewaannya, dengan mengatakan, “Saya sedih Presiden memilih menulis kata-kata merendahkan tentang Bapa Suci. Paus Leo bukan rivalnya; ia bukan politisi.” Ia menegaskan bahwa Paus adalah “wakil Kristus yang berbicara dari kebenaran Injil.”
Senada, Uskup Agung Las Vegas, George Leo Thomas, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Paus. “Paus Leo menyerukan dialog dibanding cercaan, doa dibanding politik, dan diplomasi di atas kehancuran,” ujarnya, menggarisbawahi peran moral Gereja dalam situasi global yang penuh konflik.
Tidak hanya dari kalangan gereja, kritik juga datang dari tokoh konservatif. Aktivis Partai Republik, Brilyn Hollyhand, menyebut unggahan tersebut sebagai “penistaan yang menjijikkan,” sambil menegaskan bahwa iman tidak seharusnya dijadikan alat politik. Sementara itu, pembawa acara FOX News, Riley Gaines, mempertanyakan niat Trump dan menekankan pentingnya kerendahan hati, dengan mengatakan, “Tuhan tidak bisa dipermainkan.”
Kolumnis konservatif Megan Basham bahkan menyebut unggahan itu sebagai “penistaan yang keterlaluan,” dan mendesak Trump untuk segera meminta maaf kepada publik dan kepada Tuhan. Kritik serupa disampaikan oleh Isabel Brown, yang menilai gambar tersebut “menjijikkan dan tidak dapat diterima.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022