Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 17.41 WIB

Trump Hapus Gambar AI Dirinya Bergaya Yesus Kristus Usai Kecaman Meluas dari Gereja hingga Konservatif

Wajah Donald Trump dalam gambar AI bergaya Yesus Kristus memicu kecaman luas dari pemimpin gereja dan tokoh konservatif. Foto: (Al Jazeera) - Image

Wajah Donald Trump dalam gambar AI bergaya Yesus Kristus memicu kecaman luas dari pemimpin gereja dan tokoh konservatif. Foto: (Al Jazeera)

JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai sosok menyerupai Yesus. Unggahan tersebut, yang kemudian dihapus, memicu gelombang kritik luas, tidak hanya dari pemimpin gereja, tetapi juga dari kalangan konservatif yang selama ini menjadi basis dukungannya.

Gambar tersebut pertama kali dibagikan melalui platform Truth Social milik Trump pada Minggu, sebelum akhirnya dihapus sehari kemudian. Dalam visual itu, Trump terlihat mengenakan jubah putih dan meletakkan tangan di kepala seorang pria, menyerupai adegan penyembuhan dalam tradisi Kristen. Unggahan ini muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus.

Melansir Al Jazeera, Rabu (15/4/2026), kontroversi ini semakin meluas setelah Trump juga menyerang Pope Leo XIV melalui media sosial. Ia menyebut Paus “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri,” yang langsung memicu respons keras dari berbagai pihak lintas spektrum politik dan keagamaan.

Namun demikian, ketika ditanya wartawan, Trump mencoba meredam kontroversi dengan menyatakan bahwa gambar tersebut dimaksudkan sebagai representasi dirinya “sebagai seorang dokter.” Ia menjelaskan, “Itu berkaitan dengan Palang Merah sebagai pekerja Palang Merah, yang kami dukung. Dan hanya media palsu yang bisa mengaitkannya seperti itu.” Ia juga menegaskan tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, Paus Leo XIV memilih merespons secara lebih diplomatis. Dalam perjalanan menuju Aljazair untuk kunjungan 11 hari ke empat negara Afrika, ia mengatakan, “Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengannya.” Ia menambahkan bahwa dirinya akan terus menyuarakan perdamaian, dialog, dan solusi multilateral. “Terlalu banyak orang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Seseorang harus berdiri dan mengatakan ada cara yang lebih baik,” imbuhnya.

Ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan sendiri telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan imigrasi keras AS, aksi militer, serta posisi Washington dalam konflik yang melibatkan Iran dan Israel. Dalam konteks ini, komentar Trump terhadap Paus dianggap memperburuk hubungan yang sudah rapuh.

Reaksi keras juga datang dari pemimpin gereja Katolik di Amerika Serikat. Uskup Agung Paul S Coakley menyatakan kekecewaannya, dengan mengatakan, “Saya sedih Presiden memilih menulis kata-kata merendahkan tentang Bapa Suci. Paus Leo bukan rivalnya; ia bukan politisi.” Ia menegaskan bahwa Paus adalah “wakil Kristus yang berbicara dari kebenaran Injil.”

Senada, Uskup Agung Las Vegas, George Leo Thomas, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Paus. “Paus Leo menyerukan dialog dibanding cercaan, doa dibanding politik, dan diplomasi di atas kehancuran,” ujarnya, menggarisbawahi peran moral Gereja dalam situasi global yang penuh konflik.

Tidak hanya dari kalangan gereja, kritik juga datang dari tokoh konservatif. Aktivis Partai Republik, Brilyn Hollyhand, menyebut unggahan tersebut sebagai “penistaan yang menjijikkan,” sambil menegaskan bahwa iman tidak seharusnya dijadikan alat politik. Sementara itu, pembawa acara FOX News, Riley Gaines, mempertanyakan niat Trump dan menekankan pentingnya kerendahan hati, dengan mengatakan, “Tuhan tidak bisa dipermainkan.”

Kolumnis konservatif Megan Basham bahkan menyebut unggahan itu sebagai “penistaan yang keterlaluan,” dan mendesak Trump untuk segera meminta maaf kepada publik dan kepada Tuhan. Kritik serupa disampaikan oleh Isabel Brown, yang menilai gambar tersebut “menjijikkan dan tidak dapat diterima.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore