
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP).
JawaPos.com - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa tim negosiasinya meninggalkan Pakistan setelah tidak mencapai kesepakatan dengan Iran setelah 21 jam negosiasi. Hal ini disampaikannya pada Minggu (12/4).
"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," kata Vance kepada wartawan setelah pembicaraan berakhir seperti dikutip dari Reuters.
"Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami,” imbuhnya.
Vance menyebutkan kekurangan dalam pembicaraan tersebut dan mengatakan Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan Amerika, termasuk untuk tidak membangun senjata nuklir. Tak lama kemudian, Vance melambaikan tangan dari puncak tangga saat ia naik ke Air Force Two di Islamabad.
"Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kita coba capai melalui negosiasi ini,” jelasnyam
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengatakan bahwa tuntutan AS yang "berlebihan" telah menghambat tercapainya kesepakatan dan bahwa negosiasi telah berakhir. Sebelum Vance berbicara, pemerintah Iran dalam sebuah unggahan di X mengatakan bahwa negosiasi akan berlanjut dan para ahli teknis dari kedua belah pihak akan bertukar dokumen.
Pembicaraan di Islamabad adalah pertemuan langsung AS-Iran pertama dalam lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.
Dalam konferensi pers singkatnya, Vance tidak menyebutkan pembukaan kembali Selat Hormuz, titik rawan bagi sekitar 20 persen pasokan energi global yang telah diblokir Iran sejak perang dimulai. Konflik tersebut telah menyebabkan harga minyak global melonjak dan menewaskan ribuan orang.
Delegasi Vance termasuk utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner. Vance mengatakan dia berbicara dengan Trump sekitar enam hingga dua belas kali selama pembicaraan. Tim Iran termasuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
