Ilustrasi model kecerdasan buatan Claude yang dikembangkan Anthropic, di tengah sorotan atas laporan dugaan penggunaannya dalam operasi militer AS di Venezuela.
JawaPos.com — Keterlibatan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan global.
Laporan eksklusif menyebut model AI Claude, yang dikembangkan oleh Anthropic, digunakan dalam operasi militer AS di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolás Maduro. Penggunaan AI dalam operasi bersenjata ini menandai babak baru relasi antara perusahaan teknologi dan Departemen Pertahanan AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Claude dipakai dalam operasi yang dilakukan melalui kemitraan Anthropic dengan Palantir Technologies, kontraktor pertahanan yang lama bekerja sama dengan Pentagon dan lembaga penegak hukum federal AS. Operasi tersebut disebut melibatkan pemboman di Caracas dan menewaskan 83 orang, berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Venezuela.
Dilansir dari The Guardian, Senin (16/2/2026), Claude menjadi pengembang AI pertama yang diketahui digunakan dalam operasi rahasia Departemen Pertahanan AS. Laporan itu menyebut, “Claude, model AI yang dikembangkan oleh Anthropic, digunakan oleh militer AS selama operasinya untuk menculik Nicolás Maduro dari Venezuela,” sebagaimana diungkap The Wall Street Journal.
Namun demikian, penggunaan tersebut memunculkan pertanyaan serius. Dalam ketentuan layanannya, Anthropic melarang penggunaan Claude “untuk tujuan kekerasan, untuk pengembangan senjata, atau untuk melakukan pengawasan.” Hingga kini belum jelas bagaimana model yang memiliki kemampuan mulai dari memproses PDF hingga mengendalikan drone otonom itu diterapkan dalam operasi tersebut.
Seorang juru bicara Anthropic menolak mengonfirmasi secara spesifik keterlibatan Claude dalam operasi itu, tetapi menegaskan bahwa “setiap penggunaan alat AI harus mematuhi kebijakan penggunaan kami.” Sementara itu, Departemen Pertahanan AS tidak memberikan komentar atas klaim tersebut. Palantir juga menolak memberikan tanggapan atas laporan yang beredar.
Di sisi lain, militer AS bukan satu-satunya yang mengintegrasikan AI dalam operasi tempur. Militer Israel, misalnya, menggunakan drone dengan kemampuan otonom di Gaza serta memanfaatkan AI untuk memperluas bank targetnya. AS sendiri dalam beberapa tahun terakhir telah memakai sistem penargetan berbasis AI untuk serangan di Irak dan Suriah.
Kritikus memperingatkan risiko fatal dari otomatisasi keputusan mematikan. Mereka menyoroti potensi kesalahan penargetan akibat sistem komputer yang menentukan siapa yang boleh dan tidak boleh dibunuh. Kekhawatiran ini sejalan dengan pernyataan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang sebelumnya menyerukan regulasi ketat. Dia menekankan pentingnya aturan untuk “mencegah dampak berbahaya dari penerapan AI,” serta menyatakan kewaspadaannya terhadap penggunaan AI dalam operasi mematikan otonom dan pengawasan di AS.
Sikap hati-hati tersebut dinilai menimbulkan friksi dengan Pentagon. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Januari lalu menyatakan bahwa Pentagon tidak akan memakai “model AI yang tidak bisa digunakan dalam peperangan.” Artinya, militer AS hanya akan bekerja sama dengan perusahaan yang mengizinkan teknologinya dipakai untuk operasi tempur. Dia menambahkan bahwa militer membutuhkan sistem yang dapat diintegrasikan penuh dalam konteks peperangan, bukan teknologi yang dibatasi oleh kebijakan internal perusahaan.
Adapun pada Januari, Pentagon juga mengumumkan kerja sama dengan xAI milik Elon Musk. Selain itu, Departemen Pertahanan diketahui memakai versi khusus Gemini dari Google serta sistem dari OpenAI untuk mendukung riset. Dengan keterlibatan nama besar seperti Musk, batas antara inovasi komersial dan kepentingan militer kian kabur—sebuah dinamika yang berpotensi mendefinisikan ulang wajah peperangan modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022