Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 04.38 WIB

AS Dikabarkan Kaji Operasi Militer Raksasa untuk Rebut Paksa Uranium Milik Iran

Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File) - Image

Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File)

JawaPos.com - Amerika Serikat dilaporkan tengah mengkaji skenario operasi militer berskala besar untuk merebut cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran. Rencana tersebut disebut-sebut sebagai opsi jika jalur diplomasi terkait program nuklir Teheran terus menemui jalan buntu.

Laporan itu mengungkap bahwa operasi tersebut bukan sekadar serangan udara, melainkan misi darat yang sangat kompleks. Ribuan personel militer diperkirakan harus diterjunkan untuk mengamankan fasilitas nuklir Iran sebelum pasukan operasi khusus mengambil alih proses pengamanan dan evakuasi material nuklir.

Sejumlah analis bahkan menyebut skenario ini berpotensi menjadi salah satu operasi militer paling rumit yang pernah dirancang Amerika Serikat.

Joseph Rodgers, Deputi Direktur Center for Strategic and International Studies (CSIS), menilai operasi militer menjadi opsi yang paling realistis apabila negosiasi mengenai program nuklir Iran gagal membuahkan hasil.

"Saya benci mengatakannya, tapi saya pikir cara yang paling mungkin untuk menyingkirkan bahan nuklir Iran, setidaknya yang mereka miliki saat ini, adalah operasi militer karena negosiasi tidak berjalan cepat," kata Rodgers mengutip New York Post.

Ribuan Tentara Disebut Harus Amankan Fasilitas Nuklir Iran

Menurut laporan yang mengutip sumber yang mengetahui perencanaan militer AS, operasi tersebut akan dimulai dengan pengerahan ribuan pasukan darat untuk merebut dan mengamankan sejumlah fasilitas nuklir Iran yang dijaga ketat.

Pasukan itu harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari jebakan peledak, proses pembukaan akses menuju bunker bawah tanah, hingga menjaga perimeter keamanan agar material nuklir dapat dipindahkan dengan aman.

Setelah lokasi dinyatakan aman, tim kecil pasukan elite akan masuk untuk melakukan proses pengambilan uranium yang diperkaya. Tahap ini disebut sebagai bagian paling berbahaya dalam keseluruhan operasi.

Rodgers mengatakan kompleksitas misi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
"Saya pikir ini akan menjadi salah satu operasi paling canggih, jika bukan yang paling canggih dalam sejarah militer."

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore