
Kantor The Washington Post. (Dok. The Post)
JawaPos.com - Redaksi The Washington Post mulai merasakan perubahan besar. Jumlah reporter yang dikirim meliput Super Bowl dikurangi. Koresponden asing diminta menunda perjalanan ke zona konflik. Para editor pun didorong mencoba bentuk penceritaan baru.
Itu menjadi sinyal awal arah baru yang sedang disiapkan manajemen The Washington Post.
Seperti dilaporkan The New York Times, dalam beberapa hari ke depan pimpinan media asal Washington tersebut diperkirakan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) signifikan di ruang redaksi maupun lini bisnis. Langkah itu diambil untuk menghentikan kerugian finansial yang telah berlangsung bertahun-tahun, menurut tiga sumber yang mengetahui langsung rencana tersebut.
Namun, pemangkasan ini bukan semata soal penghematan. Ada tujuan lain yang tak kalah penting: mengubah orientasi liputan.
Desk olahraga, lokal, dan internasional disebut-sebut akan menanggung dampak paling besar. Sebaliknya, jurnalis video serta reporter dan editor yang fokus pada politik dan keamanan nasional (dua bidang liputan andalan The Post) justru diproyeksikan semakin sentral dalam strategi perusahaan ke depan.
Perubahan itu berpotensi mempersempit cakupan The Washington Post. Selama lebih dari satu abad, media ini berkembang dari koran metropolitan menjadi raksasa berita nasional. The Post dikenal lewat liputan Watergate, laporan internasional, hingga sajian olahraga, fesyen, kuliner, dan perjalanan.
Menurut salah satu sumber, pemangkasan dilakukan untuk mengarahkan sumber daya ke topik yang dianggap paling selaras dengan keahlian redaksi dan minat pembaca, serta dalam format yang kini lebih banyak dikonsumsi publik. Strategi tersebut disusun setelah manajemen mempelajari trafik digital pembaca.
Harapannya, langkah ini bisa membuat The Post mandiri secara finansial—target lama yang dicanangkan pemiliknya, Jeff Bezos, pendiri Amazon. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini dilaporkan merugi hingga ratusan juta dolar.
Di sisi lain, sebagian besar karyawan redaksi masih belum mengetahui detail pemangkasan maupun rencana jangka panjang perusahaan. Tahun lalu, The Post telah merampungkan program pensiun dini yang memangkas puluhan jurnalis.
"Sejak itu, frustrasi di internal redaksi meningkat akibat minimnya penjelasan dari Bezos dan penerbit The Post, Will Lewis," tulis laporan yang ditulis Erik Wemple, Katie Robertson, dan Benjamin Mullin.
Sejumlah staf menyuarakan kekhawatiran melalui media sosial bahwa pemangkasan akan berdampak pada kualitas jurnalistik. Jurnalis dari desk internasional dan lokal juga mengirim surat kepada Bezos.
“Pertahankan The Washington Post sebagai media yang meliput Washington,” beber staf desk Metropolitan dalam suratnya. Mereka mengingatkan bahwa skandal Watergate bermula dari liputan lokal.
Juru Bicara The Post Menolak Memberikan Komentar
Pada awal November lalu, editor senior mulai mengetahui adanya rencana pemangkasan yang bisa berdampak pada hingga 200 karyawan. Kekhawatiran itu semakin nyata bulan ini ketika penugasan dan rencana perjalanan liputan diubah secara mendadak, tanpa penjelasan rinci—langkah yang dipandang sebagai tanda awal PHK massal.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
