
Boneka kuda menangis mendadak viral di Tiongkok. (SCMP).
JawaPos.com - Boneka kuda kecil berwarna merah mendadak viral dan diburu pembeli di Tiongkok karena ekspresi wajahnya yang tampak sedih.
Fenomena boneka kuda menangis, sebenarnya berawal dari kesalahan produksi di sebuah pusat manufaktur di Tiongkok.
Dilansir dari South China Morning Post (14/1), boneka itu diproduksi di Yiwu International Trade City, wilayah yang dikenal sebagai pusat grosir terbesar dunia untuk berbagai produk kecil dan suvenir.
Boneka kuda setinggi sekitar 20 sentimeter itu awalnya dibuat sebagai pernak-pernik menyambut Tahun Kuda. Warna merahnya sebagai simbol keberuntungan dilengkapi bordiran emas bertuliskan “uang datang dengan cepat”.
Namun, kesalahan jahitan membuat mulut dan lubang hidung kuda mengarah ke bawah yang menciptakan ekspresi seolah sedang menangis.
Pada Januari, seorang warganet membagikan foto boneka itu ke media sosial. Pihak penjual bahkan sempat menawarkan penukaran karena menganggapnya sebagai produk cacat.
Namun, respons publik justru berlawanan. Banyak warganet menilai ekspresi sedih itu terasa lebih jujur dan mewakili kondisi kehidupan nyata.
Sejumlah pembeli mengaku merasa terwakili oleh boneka itu. Salah satu pengguna bernama Tuan Tuan Mami mengatakan bahwa wajah boneka yang viral mencerminkan perasaannya di tempat kerja.
“Kuda kecil ini terlihat sangat sedih dan menyedihkan, sama seperti perasaan saya saat bekerja,” tulis Tuan Tuan Mami.
Sebelum viral, penjualan boneka dikabarkan hanya sekitar 400 unit per hari. Namun, setelah versi menangis menyebar luas, jumlah pesanan melonjak hingga puluhan ribu unit setiap hari.
Pemilik pabrik Zhang Huoqing bahkan menambah lebih dari 10 lini produksi dan mengajukan paten tampilan untuk boneka itu.
Sementara itu, Business Insider (27/1) menyebut boneka kuda menangis telah berubah menjadi simbol corporate agony atau penderitaan pekerja kantoran di Tiongkok.
Menurut laporan, banyak pekerja Tiongkok hidup dalam tekanan budaya kerja 9-9-6, yaitu bekerja dari pukul 09.00 hingga 21.00 selama enam hari seminggu.
Dalam kondisi seperti itu, Boneka dengan ekspresi sedih dianggap mewakili perasaan pekerja dan membuka ruang bagi mereka untuk mengakui tekanan emosional di tengah budaya kerja yang keras.
Seorang pengguna platform RedNote bernama He Qingshan bahkan menyebut boneka itu sebagai obat di tengah lingkungan sosial yang penuh tekanan. Harga boneka yang relatif murah, sekitar 25 yuan atau sekitar Rp 60 ribuan membuatnya cepat menyebar dan dijuluki sebagai emo doll lokal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
