Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2026 | 17.29 WIB

Ada Kuil untuk Boneka di Kyoto, Pemilik Bisa Berdoa dan Mengucapkan Terima Kasih

Foto yang diambil pada 27 Juni 2026 memperlihatkan Kuil Boneka Nuigurumi Jinja di Nantan, Prefektur Kyoto. Foto kanan: Komichi Horiguchi, penggagas Kuil Boneka Nuigurumi Jinja. (Nuigurumi Jinja/Kyodo) - Image

Foto yang diambil pada 27 Juni 2026 memperlihatkan Kuil Boneka Nuigurumi Jinja di Nantan, Prefektur Kyoto. Foto kanan: Komichi Horiguchi, penggagas Kuil Boneka Nuigurumi Jinja. (Nuigurumi Jinja/Kyodo)

JawaPos.com - Sebuah kuil yang didedikasikan untuk menghormati boneka dan mainan berbulu atau stuffed toys dibuka pada Juni lalu di kawasan hutan pegunungan Prefektur Kyoto, Jepang. Tempat tersebut menawarkan ruang bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada boneka kesayangan sekaligus menemukan ketenangan bersama.

Dilansir dari Kyodo, Minggu (20/9), Kuil Nuigurumi di Kota Nantan didirikan atas gagasan perusahaan asal Prefektur Osaka yang bergerak dalam layanan perbaikan boneka. Kuil tersebut mengabadikan roh yang telah dibagi dari sebuah kuil bersejarah di Distrik Higashiyama, Kyoto, yang dikenal menyelenggarakan pemakaman dan ritual Shinto untuk boneka.

Nama Nuigurumi Jinja secara harfiah berarti “kuil boneka”. Kompleks kuil ini memiliki sejumlah fasilitas unik, termasuk tempat air beratap jerami berbentuk es krim soft serve serta gerbang kecil atau torii yang dirancang untuk boneka.

Saat festival pembukaan yang digelar pada pertengahan Juni, para pengunjung terlihat antusias. Mereka membawa boneka kesayangan dan berfoto bersama di area kuil.

Berawal dari Kekhawatiran Pemilik Boneka

Gagasan pembangunan kuil tersebut datang dari Komichi Horiguchi, 51 tahun, Presiden Cocoro Co., perusahaan yang mengelola “rumah sakit” untuk boneka di Toyonaka, Prefektur Osaka.

Perusahaan tersebut disebut telah “merawat” sekitar 26.000 boneka hingga saat ini.

Horiguchi menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan seorang pelanggan yang menderita penyakit parah. Pelanggan tersebut mengkhawatirkan nasib boneka-bonekanya setelah meninggal dunia.

Ketika memikirkan cara untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Horiguchi berkonsultasi dengan Hirotsugu Murakami, 47 tahun, kepala pendeta Reimei Shrine.

Dari pembicaraan itu, muncul gagasan untuk membangun sebuah kuil di lahan hutan milik Horiguchi di Nantan. Pembangunan bangunan utama dan sejumlah fasilitas lainnya dimulai sekitar dua tahun lalu.

Murakami mengatakan bahwa dirinya memutuskan untuk mendukung proyek tersebut setelah melihat kesungguhan Horiguchi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore