
Sebuah rumah yang rusak di daerah yang diduga terkena serangan udara militer di desa Mayakan di kotapraja Tabayin, Sagaing, Myanmar, Sabtu, (6/12). (Ko Nan Gyi/AP)
JawaPos.com - Serangan udara oleh militer Myanmar pada kedai teh di Desa Matakan, Kotapraja Tabayin, wilayah Sagaing yang terjadi pada Jumat (5/12) pekan lalu menewaskan sedikitnya 18 warga dan melukai 20 lainnya.
Desa tersebut terletak sekitar 120 kilometer di barat laut Mandalay, kota terbesar kedua di negara tersebut, yang lebih dikenal dengan nama lamanya Depayin.
Serangan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan udara yang sering terjadi dan menargetkan pasukan pro-demokrasi bersenjata, menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan akhir bulan ini. Serangan sering kali menimbulkan korban sipil.
Dilansir dari The Associated Press, seorang penduduk desa, yang bergegas ke lokasi serangan untuk membantu para korban, mengatakan aksi ini turut menewaskan seorang anak berusia lima tahun dan dua guru sekolah.
Adapun kedai teh ini merupakan lokasi puluhan orang yang nonton bareng pertandingan SEA Games 2025, Myanmar melawan Filipina.
Penduduk desa yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, dua bom yang dijatuhkan oleh jet tempur meledak tak lama setelah sirene serangan udara berbunyi.
Bom itu menewaskan banyak orang di kedai teh yang tidak sempat mencari perlindungan. Bahkan, lebih dari 20 rumah di dekat kedai tersebut rusak.
Ia juga mengatakan bahwa tidak ada pertempuran baru-baru ini di daerah tersebut, meskipun Sagaing merupakan kubu perlawanan terhadap pemerintahan militer.
Pemerintah militer sendiri telah meningkatkan serangan udara terhadap Pasukan Pertahanan Rakyat pro-demokrasi bersenjata dan milisi etnis, untuk merebut kembali wilayah menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada 28 Desember nanti.
Sementara itu, pasukan perlawanan tidak memiliki pertahanan terhadap serangan udara.
Beberapa penduduk melarikan diri dari desa setelah pemakaman para korban yang diadakan keesokan harinya, Sabtu (6/12). Sementara sebagian memilih tetap tinggal sembari menggali tempat perlindungan bom.
Myanmar sendiri telah dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, yang memicu pertentangan rakyat.
Setelah demonstrasi damai ditumpas dengan kekuatan mematikan, banyak penentang pemerintahan militer ikut angkat senjata, dan sebagian besar wilayah negara itu kini dilanda konflik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022