Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 November 2025 | 04.47 WIB

Baidu Perkuat Kemandirian Teknologi Tiongkok dengan Chip AI dan Sistem Superkomputasi Terbaru

Seorang karyawan melewati logo Baidu di kantor pusat Beijing, Tiongkok (Dok. Reuters)

JawaPos.com - Baidu Inc. semakin mantap dalam mempertegas ambisi kemandirian teknologi Tiongkok dengan meluncurkan dua prosesor kecerdasan buatan (AI) dan sistem komputasi super terbaru pada konferensi tahunan Baidu World

Peluncuran ini hadir di tengah rivalitas teknologi yang semakin intens antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, terutama terkait pembatasan ekspor chip AI canggih ke perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Pada gelaran itu, Baidu memperkenalkan M100, chip yang difokuskan untuk pemrosesan inferensi yakni tahap ketika model AI digunakan untuk menjawab permintaan atau membuat prediksi dan dijadwalkan meluncur awal 2026. 

Menyusul kemudian M300, prosesor yang mampu menangani pelatihan dan inferensi sekaligus, yang direncanakan hadir awal 2027. Dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters, Baidu menegaskan bahwa teknologi tersebut dikembangkan untuk menyediakan kemampuan komputasi yang "kuat, berbiaya rendah, dan sepenuhnya berada di bawah kendali domestik Tiongkok."

Selain prosesor, Baidu juga mengumumkan dua sistem superkomputasi yang disebut supernode, yakni Tianchi 256 yang menggunakan 256 chip P800 dan versi lebih besar berisi 512 chip yang akan meluncur pada paruh kedua tahun depan. Sistem ini menghubungkan banyak prosesor untuk mengatasi keterbatasan performa tiap chip secara individual, sekaligus memperkuat kapasitas komputasi nasional.

Pengembangan ini tak terlepas dari kebijakan AS yang memperketat ekspor chip AI mutakhir, mendorong perusahaan teknologi Tiongkok mempercepat riset prosesor dalam negeri. Baidu, yang telah mengembangkan chip sendiri sejak 2011, melihat upaya ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kedaulatan digital.

Perusahaan juga mengumumkan versi terbaru model bahasa besar ERNIE, yang kini mampu memproses teks, gambar, hingga video. Baidu menilai kemampuan multimodal ini penting untuk menjaga daya saing di pasar AI global yang berkembang cepat.

Meskipun begitu, analis menilai jalan menuju kemandirian penuh masih panjang. Investasi komputasi awan dan infrastruktur data tetap dianggap krusial. 

CEO Baidu, Robin Li, sebelumnya menegaskan, "Investasi pada infrastruktur komputasi awan masih sangat diperlukan. Untuk menghasilkan model yang lebih cerdas daripada yang lain, komputasi yang lebih besar sangat dibutuhkan." Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi berskala besar masih menjadi fondasi strategi Baidu.

Dari sisi bisnis, unit komputasi awan berbasis AI Baidu tercatat tumbuh 26 persen dalam satu periode meskipun pendapatan total perusahaan melemah. Ekspansi chip dan superkomputasi ini diperkirakan memperkuat bauran usaha sekaligus memperkokoh posisi Baidu sebagai pilar teknologi nasional Tiongkok.

Bagi pengamat industri global, langkah Baidu menandai perubahan lanskap persaingan teknologi yang kini tak hanya melibatkan perusahaan seperti Tesla, Amazon, atau Meta, tetapi juga raksasa teknologi nasional yang memosisikan diri sebagai kekuatan geopolitik teknologi. Baidu menunjukkan bahwa Tiongkok tak lagi sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan produsen perangkat strategis.

Secara keseluruhan, peluncuran ini menjadi simbol transisi Tiongkok dari ketergantungan pada teknologi impor menuju kontrol penuh atas kemampuan AI strategis. Dalam dinamika persaingan global yang semakin ketat, langkah Baidu menjadi salah satu indikator bahwa kompetisi teknologi kini bergerak ke fase baru: kemandirian sebagai strategi kekuatan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore