Visual kecerdasan buatan berlatar bendera Tiongkok, melambangkan pengembangan chip AI berbasis cahaya berkecepatan tinggi dan hemat energi.
JawaPos.com — Ketika para pemimpin teknologi global seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg terus menggelontorkan investasi besar pada pusat data berbasis chip elektronik, sebuah terobosan dari Tiongkok menyoroti arah baru komputasi kecerdasan buatan (AI).
Tim peneliti dari Shanghai dan Beijing memperkenalkan chip AI berbasis cahaya yang secara signifikan meningkatkan kecepatan pemrosesan sekaligus menekan konsumsi energi, terutama untuk tugas AI generatif berkompleksitas tinggi.
Terobosan ini muncul di tengah melonjaknya kebutuhan daya komputasi untuk menghasilkan gambar, video, dan simulasi tiga dimensi berbasis AI. Selama ini, beban tersebut mengandalkan unit pemrosesan grafis (GPU) elektronik seperti Nvidia A100, yang meski kuat, dikenal sangat boros energi dan mahal untuk dioperasikan dalam skala besar.
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (22/12/2025), chip bernama LightGen dikembangkan oleh tim gabungan dari Shanghai Jiao Tong University dan Universitas Tsinghua. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Chen Yitong dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science.
LightGen memanfaatkan komputasi fotonik, yaitu pemrosesan data menggunakan kilatan cahaya dari laser sebagai pembawa informasi, menggantikan aliran elektron pada chip konvensional.
Secara prinsip, pendekatan komputasi fotonik memungkinkan pemrosesan data berlangsung mendekati kecepatan cahaya dengan tingkat kehilangan energi yang jauh lebih rendah dibandingkan chip elektronik konvensional.
Berangkat dari pendekatan tersebut, LightGen dirancang dengan kepadatan integrasi tinggi, menggabungkan lebih dari dua juta neuron fotonik dalam chip berukuran 136,5 milimeter persegi untuk membentuk jaringan komputasi yang dirancang khusus menangani tugas AI generatif yang kompleks.
Profesor Chen Yitong menjelaskan bahwa teknologi ini masih memiliki ruang pengembangan. “LightGen dapat terus ditingkatkan skalanya. Teknologi ini memberikan pendekatan baru untuk menghubungkan arsitektur chip generasi baru dengan AI kompleks sehari-hari tanpa penurunan kinerja, dengan kecepatan dan efisiensi yang meningkat hingga beberapa tingkat magnitudo, demi AI yang berkelanjutan,” ujarnya dalam publikasi tersebut.
Dari sisi arsitektur, tim peneliti merancang apa yang disebut sebagai ruang laten optik, sebuah struktur yang memungkinkan data cahaya mengalir dan dipadatkan secara efisien sebelum direkonstruksi kembali. Selain itu, mereka mengembangkan algoritma pelatihan generatif tanpa pengawasan, sehingga sistem dapat mempelajari pola data tanpa bergantung pada kumpulan data berlabel dalam jumlah besar.
Hasil pengujian menunjukkan LightGen mampu menghasilkan gambar beresolusi tinggi hingga 512×512 piksel dengan variasi kategori, warna, ekspresi, dan latar belakang yang konsisten secara logis. Dalam makalahnya, para peneliti menulis bahwa LightGen “secara eksperimental mengimplementasikan generasi gambar semantik beresolusi tinggi, penghilangan noise, transfer gaya, serta generasi dan manipulasi tiga dimensi.”
Secara kuantitatif, LightGen mencatat kecepatan komputasi sekitar 3,57 × 10⁴ tera operasi per detik (TOPS) dengan efisiensi energi 6,64 × 10² TOPS per watt. Angka ini membuat performanya melampaui chip elektronik terdepan seperti Nvidia A100 lebih dari seratus kali lipat untuk skenario tugas generatif yang diuji.
Makalah tersebut menegaskan, “Peningkatan kecepatan komputasi dan efisiensi energi LightGen sejalan dengan penurunan waktu dan biaya energi secara menyeluruh ketika menghasilkan kualitas keluaran yang sebanding dengan model AI elektronik di Nvidia A100.” Pernyataan ini menempatkan LightGen sebagai pembuktian eksperimental, bukan sekadar klaim konseptual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
