
Topan, pusaran awan raksasa berbentuk spiral dengan mata badai di pusatnya. (NASA)
JawaPos.com - Topan merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat yang kerap terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Fenomena cuaca ekstrem ini terbentuk di Samudra Pasifik dan memengaruhi jutaan penduduk setiap tahunnya. Seiring meningkatnya dampak perubahan iklim, intensitas topan tercatat semakin kuat dan merusak.
Berdasarkan Indeks Risiko Iklim Global, negara-negara seperti Filipina dan Jepang memiliki tingkat kerentanan tinggi, dengan potensi kerugian mencapai miliaran dolar dan korban jiwa yang tidak sedikit setiap tahunnya. Salah satu kejadian terbaru adalah topan Fung-Wong yang melanda Filipina dengan dampak yang sangat signifikan.
Mengutip laporan The Guardian pada Senin (10/11), topan dahsyat Fung-wong telah melanda Filipina, menewaskan setidaknya delapan orang, 1,4 juta orang pengungsi, dan kerusakan yang luas.
Perbedaan Istilah di Berbagai Wilayah
Istilah “topan” sering kali berbeda antarwilayah, tetapi semuanya merujuk pada fenomena yang sama, yakni siklon tropis atau badai tropis. Melansir BMKG, di wilayah Samudra Pasifik Selatan, Pasifik Timur Laut, dan Atlantik Utara, fenomena ini disebut “hurricane” apabila kecepatan anginnya melebihi 64 knot atau setara 119 km/jam. Sementara itu, istilah “typhoon” atau “topan” digunakan untuk menyebut badai yang terbentuk di Samudra Pasifik Barat Laut.
Negara-Negara yang Paling Rentan
Menurut Climate Impacts Tracker Asia, topan umumnya terbentuk di wilayah tropis Samudra Pasifik barat laut, di mana perairan hangat yang luas menyediakan kondisi ideal bagi pertumbuhan badai.
Negara-negara seperti Jepang, Filipina, dan Tiongkok merupakan yang paling rentan karena wilayahnya dekat dengan arus laut hangat tersebut. Kawasan Laut Tiongkok Selatan bahkan disebut sebagai salah satu area tempat topan sering berkembang, sebelum akhirnya bergerak menuju daratan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Proses Terbentuknya Topan
Menurut Met Office, topan bermula dari kumpulan awan yang terbentuk di atas perairan tropis yang hangat. Kumpulan awan ini kemudian menyatu dan mulai berputar, menghasilkan depresi tropis.
Ketika kecepatan angin berkembang dan mencapai 39 mph, sistem tersebut meningkat menjadi badai tropis dan mulai diberi nama. Jika intensitas angin terus bertambah hingga menembus 74 mph, sistem ini berubah menjadi topan, hurricane, atau siklon, tergantung wilayah tempat terbentuknya badai tersebut.
Proses pembentukan topan sangat bergantung pada suhu permukaan laut. Perairan yang hangat menyediakan bahan besar bagi badai untuk berkembang, sehingga topan paling sering muncul di wilayah 5° hingga 30° garis lintang. Selain itu, efek Coriolis turut memengaruhi arah putaran badai seperti, berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di belahan bumi selatan.
Dilansir dari FDFA, angin topan berputar membentuk spiral besar yang mengelilingi pusat badai atau eye, yakni area yang relatif tenang dengan diameter sekitar 30 hingga 50 km. Sementara itu, keseluruhan struktur badai dapat meluas hingga 650 km. Sebuah topan dapat bertahan lebih dari dua minggu di lautan terbuka dan menempuh perjalanan panjang di sepanjang pesisir timur Asia.
Musim topan sendiri berlangsung sepanjang tahun, meski intensitas terbanyak biasanya terjadi antara Mei dan November. Saat topan mulai mendekati daratan, langit perlahan menggelap dan kecepatan angin meningkat. Ketika mencapai kawasan pesisir, topan membawa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang badai yang berpotensi memicu banjir.
Dampak Topan

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
