
UNESCO, organisasi internasional yang berperan aktif di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, hingga pelestarian lingkungan. (UNESCO)
JawaPos.com - UNESCO, singkatan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, merupakan badan khusus PBB yang berfokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan komunikasi.
Dilansir dari laman resminya, UNESCO menyatakan, “Kami menetapkan standar, menghasilkan berbagai perangkat, dan mengembangkan pengetahuan untuk menciptakan solusi atas tantangan terbesar di era ini, sekaligus mendorong terciptanya dunia yang lebih setara dan damai.”
Upaya tersebut mencakup perlindungan keanekaragaman hayati, tanggapan atas perkembangan kecerdasan buatan, peningkatan mutu pendidikan, pelestarian warisan budaya, hingga memastikan akses terhadap informasi yang dapat dipercaya.
Jejak Sejarah UNESCO
Menurut Britannica, fokus awal UNESCO adalah membangun kembali sekolah, perpustakaan, dan museum yang hancur akibat Perang Dunia II di Eropa. Seiring waktu, mandatnya berkembang untuk mendukung negara-negara anggota dalam pemberantasan buta huruf, memperluas akses pendidikan gratis, serta memfasilitasi pertukaran ide dan pengetahuan.
Pada dekade 1950-an, masuknya banyak negara berkembang ke PBB membuat UNESCO mengarahkan perhatian pada persoalan global seperti kemiskinan, buta huruf, dan keterbelakangan. Namun, perjalanan organisasi ini tak selalu mulus.
Pada 1980-an, UNESCO menuai kritik dari Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Barat terkait pendekatan budaya yang dinilai “anti-Barat” dan pengelolaan anggaran. Kritik itu membuat AS keluar dari keanggotaan pada 1984, disusul Inggris dan Singapura setahun kemudian.
Meski demikian, situasi berbalik ketika Inggris bergabung kembali pada 1997, diikuti AS (2003) dan Singapura (2007). Pada 2011, UNESCO menyetujui keanggotaan penuh bagi Palestina. Namun keputusan ini memicu langkah AS untuk menghentikan pembayaran iuran, sesuai aturan Kongres AS yang melarang pendanaan bagi badan PBB yang mengakui Palestina sebagai anggota penuh.
Akibatnya, AS kehilangan hak suara di UNESCO pada 2013. Pada tahun 2017, pejabat AS mengumumkan bahwa negaranya akan meninggalkan UNESCO lagi pada akhir tahun 2018 dengan alasan "bias anti-Israel" dan besarnya tunggakan. Israel menarik diri dari organisasi tersebut pada saat yang sama.
Aksi Konkret UNESCO di Dunia
Dikutip dari artikel “United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO)” karya Patrick Norman Hunt, UNESCO telah meluncurkan berbagai program internasional dengan dampak langsung terhadap lingkungan.
Salah satunya adalah Man and the Biosphere Programme (MAB) yang dimulai pada 1971. Program ini berfokus melindungi sumber daya alam dengan menetapkan kawasan cagar biosfer. Hingga 2024, tercatat ada 759 kawasan biosfer di 136 negara.
UNESCO juga membentuk Environmental Conservation Organization pada 1986, dengan misi meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dalam bidang riset kelautan, UNESCO menjalankan International Hydrological Programme pada 1965 yang menyoroti pemanfaatan air global, termasuk sistem sungai. Sebelumnya di tahun 1960, UNESCO membentuk Intergovernmental Oceanographic Commission yang bertugas melakukan riset samudra dan mengembangkan prakiraan perubahan iklim laut jangka pendek bagi masyarakat terdampak.
Di sisi lain, UNESCO menjadikan pendidikan sebagai salah satu agenda utama. Melalui program Education for All (EFA), organisasi ini menekankan bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan dasar berkualitas minimal hingga tingkat sekolah dasar. UNESCO percaya, pendidikan pada level ini akan membekali seseorang dengan kemampuan literasi dasar untuk melanjutkan pembelajaran sepanjang hidupnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
