Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 06.26 WIB

Israel Luncurkan Serangan di Doha, Qatar Kecam Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Serangan Israel ke Doha Qatar terekam kamera. (AP Photo) - Image

Serangan Israel ke Doha Qatar terekam kamera. (AP Photo)

JawaPos.com - Israel untuk pertama kalinya melancarkan serangan langsung ke ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9). Targetnya adalah para petinggi Hamas yang selama ini bermarkas di negara Teluk tersebut. Israel Defense Forces (IDF) menyebut operasi itu sebagai 'serangan presisi terhadap kepemimpinan senior organisasi teroris Hamas'.

Ledakan mengguncang kawasan permukiman Doha dan rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan asap mengepul di atas kota. Serangan ini menandai eskalasi baru konflik di Timur Tengah, sekaligus memperluas wilayah operasi Israel yang sebelumnya terkonsentrasi di Gaza.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi tersebut sepenuhnya diinisiasi dan dijalankan oleh Tel Aviv. "Israel memulai, Israel melaksanakan, dan Israel bertanggung jawab penuh," kata kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui akun resmi X.

Namun, seorang pejabat Israel yang dikutip POLITICO mengungkapkan bahwa Washington diberi tahu mengenai operasi itu, meski kemudian dikoreksi bahwa pemberitahuan mungkin dilakukan namun belum bisa dipastikan. Qatar bereaksi keras atas serangan ini. Kementerian Luar Negeri menilai Israel melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

"Qatar mengutuk keras serangan pengecut Israel yang menargetkan gedung-gedung hunian tempat tinggal beberapa anggota Biro Politik Hamas di Doha. Tindakan kriminal ini merupakan pelanggaran terang-terangan atas seluruh hukum dan norma internasional," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Majed Al Ansari.

Ia menegaskan, Qatar tidak akan menoleransi 'perilaku sembrono' Israel yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan dan mengancam keamanan negara Teluk tersebut. Keberadaan pimpinan Hamas di Doha selama ini berkaitan dengan peran Qatar sebagai mediator dalam negosiasi panjang antara Hamas dan Israel, khususnya terkait perang di Gaza dan pembebasan sandera Israel sejak serangan 7 Oktober 2023.

Serangan Israel terhadap tokoh Hamas di luar Gaza menuai kekhawatiran baru. Mantan duta besar Uni Eropa untuk Palestina, Sven Kühn von Burgsdorff, memperingatkan bahwa langkah ini bisa memperumit peluang gencatan senjata.

"Jika Israel menyingkirkan tokoh Hamas di diaspora, terutama di Doha, Netanyahu akan berhadapan dengan milisi garis keras di Gaza yang tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Mereka akan bertempur hingga peluru terakhir, dan itu bisa membahayakan nyawa seluruh sandera," ujarnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Doha juga merespons cepat laporan serangan tersebut. Pihak kedutaan mengimbau warga AS di Qatar untuk tetap berada di tempat tinggal masing-masing dan mengikuti pembaruan resmi dari otoritas setempat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore