Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Israel dan Iran menggambarkan ketegangan geopolitik terbaru terkait serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. (Reuters)
JawaPos.com - Seorang penasihat politik senior Iran, Seyed Mohammad Sadr, menuding Rusia memberikan informasi strategis kepada Israel terkait lokasi sistem pertahanan udara Iran selama perang 12 hari pada Juni 2025.
Pernyataan ini disampaikan Sadr pada 24 Agustus dan dikutip media The Moscow Times sehari kemudian. Sadr menilai sikap Moskow dalam konflik tersebut memperlihatkan rapuhnya aliansi strategis Iran-Rusia.
“Perang ini membuktikan betapa sia-sianya aliansi strategis dengan Moskow. Mereka hanya berkata, ‘Kami tidak senang Israel menyerang Iran,’ tanpa tindakan nyata,” ujarnya kepada Asriran.
Perang Israel-Iran yang berlangsung 13–24 Juni 2025 membuat angkatan udara Israel berhasil melumpuhkan hampir seluruh sistem pertahanan udara Iran, hingga menguasai langit di wilayah pusat negara tersebut.
Serangan juga menghantam fasilitas nuklir penting, meski Iran dan Rusia baru saja menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Januari 2025 di Moskow. Saat itu, Presiden Vladimir Putin menyebut kerja sama itu 'bersejarah' dengan fokus besar pada bidang militer.
Namun kenyataannya, selama perang Juni lalu Rusia tak memberikan bantuan berarti. Pada 23 Juni, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan terbang ke Moskow untuk meminta sistem pertahanan udara baru serta bantuan memulihkan infrastruktur nuklir.
Hasilnya, Moskow sebatas mengeluarkan kecaman verbal terhadap Israel tanpa langkah konkret.
Kekecewaan Teheran semakin dalam karena sejak 2024 Israel sudah menghancurkan semua sistem rudal S-300 buatan Rusia yang ditempatkan di Iran. Sementara janji pengiriman sistem S-400 dari Moskow tak pernah terealisasi.
Kini, Iran berupaya membangun kembali kemampuan pertahanannya, terutama di bidang sistem udara dan peperangan elektronik. Alih-alih bergantung pada Rusia, Teheran disebut akan mengandalkan Belarus sebagai mitra utama dalam pemulihan militer pascaperang.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
