Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 03.45 WIB

Iran Kecewa, Rusia Dituding Bocorkan Informasi Rahasia ke Israel Saat Perang Juni Lalu

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Israel dan Iran menggambarkan ketegangan geopolitik terbaru terkait serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. (Reuters)

JawaPos.com - Seorang penasihat politik senior Iran, Seyed Mohammad Sadr, menuding Rusia memberikan informasi strategis kepada Israel terkait lokasi sistem pertahanan udara Iran selama perang 12 hari pada Juni 2025. 

Pernyataan ini disampaikan Sadr pada 24 Agustus dan dikutip media The Moscow Times sehari kemudian. Sadr menilai sikap Moskow dalam konflik tersebut memperlihatkan rapuhnya aliansi strategis Iran-Rusia

“Perang ini membuktikan betapa sia-sianya aliansi strategis dengan Moskow. Mereka hanya berkata, ‘Kami tidak senang Israel menyerang Iran,’ tanpa tindakan nyata,” ujarnya kepada Asriran.

Perang Israel-Iran yang berlangsung 13–24 Juni 2025 membuat angkatan udara Israel berhasil melumpuhkan hampir seluruh sistem pertahanan udara Iran, hingga menguasai langit di wilayah pusat negara tersebut. 

Serangan juga menghantam fasilitas nuklir penting, meski Iran dan Rusia baru saja menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Januari 2025 di Moskow. Saat itu, Presiden Vladimir Putin menyebut kerja sama itu 'bersejarah' dengan fokus besar pada bidang militer.

Namun kenyataannya, selama perang Juni lalu Rusia tak memberikan bantuan berarti. Pada 23 Juni, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan terbang ke Moskow untuk meminta sistem pertahanan udara baru serta bantuan memulihkan infrastruktur nuklir. 

Hasilnya, Moskow sebatas mengeluarkan kecaman verbal terhadap Israel tanpa langkah konkret.

Kekecewaan Teheran semakin dalam karena sejak 2024 Israel sudah menghancurkan semua sistem rudal S-300 buatan Rusia yang ditempatkan di Iran. Sementara janji pengiriman sistem S-400 dari Moskow tak pernah terealisasi.

Kini, Iran berupaya membangun kembali kemampuan pertahanannya, terutama di bidang sistem udara dan peperangan elektronik. Alih-alih bergantung pada Rusia, Teheran disebut akan mengandalkan Belarus sebagai mitra utama dalam pemulihan militer pascaperang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore