Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 22.21 WIB

Rusia Peringatkan Ancaman Serangan Baru terhadap Fasilitas Nuklir Iran, Desak Solusi Lewat Dialog

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, saat menghadiri konferensi pers di sela pertemuan para menteri luar negeri negara-negara BRICS. (Reuters) - Image

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, saat menghadiri konferensi pers di sela pertemuan para menteri luar negeri negara-negara BRICS. (Reuters)

JawaPos.com – Rusia menyatakan keprihatinannya atas potensi serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran, seraya memperingatkan bahwa praktik tersebut berisiko menjadi kebiasaan berbahaya dalam diplomasi global.

Pemerintah Rusia mengungkapkan keprihatinan ini menyusul laporan mengenai serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada bulan Juni lalu terhadap situs nuklir Iran. Serangan itu, menurut Washington dan Tel Aviv, bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir—sesuatu yang terus dibantah Teheran.

Dalam keterangannya kepada pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan, “Ancaman berulang kepada Iran untuk meluncurkan serangan misil dan bom terhadap fasilitas nuklirnya tidak bisa tidak menimbulkan kekhawatiran serius.”

Dilansir dari Reuters, Kamis (31/7/2025), Zakharova menambahkan bahwa sikap tersebut bertentangan dengan semangat non-proliferasi nuklir yang selama ini diklaim negara-negara Barat. Dia menyebut, “Sikap sinis dari pernyataan-pernyataan seperti itu diperparah oleh kenyataan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dengan dalih kepedulian palsu terhadap penyebaran senjata nuklir.”

Rusia juga menekankan bahwa aksi pengeboman terhadap fasilitas nuklir harus dihentikan. Zakharova memperingatkan bahwa tindakan semacam itu tidak boleh menjadi praktik rutin dalam kebijakan internasional. “Risiko bencana yang menyertai tindakan tersebut tidak bisa diabaikan, apalagi dibenarkan,” ujarnya.

Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia dan Iran semakin mempererat hubungan strategis. Kedua negara bahkan menandatangani perjanjian kemitraan strategis tahun ini, memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk militer dan energi.

Namun, Rusia juga menilai bahwa jalan diplomatik masih terbuka. Zakharova menegaskan pentingnya kesepakatan damai yang berkelanjutan dan komitmen untuk tidak melakukan serangan baru sebagai prasyarat bagi normalisasi kerja sama antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).

“Penyelesaian damai yang berkelanjutan dan jaminan untuk tidak melancarkan serangan baru ke Iran adalah syarat mutlak untuk menormalkan kerja sama antara Iran dan pengawas nuklir PBB,” ungkapnya.

Pernyataan Rusia ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran komunitas internasional mengenai stabilitas Timur Tengah. Meski Iran berulang kali membantah niat mengembangkan senjata nuklir, tekanan dari negara-negara Barat terus meningkat seiring aktivitas nuklir Teheran yang dianggap tidak transparan.

Dengan situasi yang semakin kompleks, Moskwa menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Rusia percaya bahwa penyelesaian diplomatik tetap menjadi jalan terbaik untuk memastikan stabilitas regional sekaligus menghindari bencana nuklir yang tidak diinginkan.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore