
Asap terlihat membumbung dari arah fasilitas energi di Emirat Fujairah, Teluk Persia, pada 14 Maret. (France24)
JawaPos.com — Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan sejumlah serangan yang mereka atribusikan kepada Iran di kawasan Teluk. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan operasi militer Amerika Serikat yang bergerak untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis dalam perdagangan energi global.
Militer AS menyatakan telah menembaki pasukan Iran dan menenggelamkan enam kapal kecil yang disebut menyerang kapal sipil. Aksi itu dilakukan saat upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz berlangsung pada hari Senin.
Melansir France24, Selasa (5/5), militer AS juga mengonfirmasi bahwa dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari yang sama sebagai bagian dari inisiatif pelayaran baru yang dikawal ketat oleh militer.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan bahwa, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada awal April, wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Iran. Kementerian Pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan ke wilayahnya.
Lebih lanjut, Otoritas di Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, menyebut satu drone memicu kebakaran di fasilitas minyak strategis yang mengakibatkan tiga warga negara India terluka. Tak hanya itu, militer Inggris melaporkan dua kapal kargo terbakar di perairan sekitar UEA, menambah daftar insiden yang terjadi di kawasan tersebut.
Sementara itu, pihak Iran tidak memberikan konfirmasi langsung terkait serangan yang dituduhkan. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan melalui platform X bahwa Amerika Serikat dan UEA “harus berhati-hati agar tidak terseret kembali ke dalam situasi yang lebih rumit,” tanpa merinci lebih lanjut insiden yang dimaksud.
Selain itu, media pemerintah Iran juga mengutip pejabat militer anonim yang menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA atau fasilitas minyaknya. Dalam penjelasan tersebut, pihaknya justru menuding bahwa insiden yang terjadi merupakan dampak dari “manuver militer Amerika Serikat” dalam upaya membuka jalur yang dianggap tidak sah di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Oleh karena itu, wilayah ini menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah, sehingga gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung pada harga energi global serta stabilitas pasar internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022