Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 23.49 WIB

Makin Panas! AS dan UEA Laporkan Serangan Iran di Tengah Operasi Militer di Selat Hormuz

Asap terlihat membumbung dari arah fasilitas energi di Emirat Fujairah, Teluk Persia, pada 14 Maret. (France24) - Image

Asap terlihat membumbung dari arah fasilitas energi di Emirat Fujairah, Teluk Persia, pada 14 Maret. (France24)

JawaPos.com — Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan sejumlah serangan yang mereka atribusikan kepada Iran di kawasan Teluk. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan operasi militer Amerika Serikat yang bergerak untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis dalam perdagangan energi global.

Militer AS menyatakan telah menembaki pasukan Iran dan menenggelamkan enam kapal kecil yang disebut menyerang kapal sipil. Aksi itu dilakukan saat upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz berlangsung pada hari Senin.

Melansir France24, Selasa (5/5), militer AS juga mengonfirmasi bahwa dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari yang sama sebagai bagian dari inisiatif pelayaran baru yang dikawal ketat oleh militer.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan bahwa, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada awal April, wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Iran. Kementerian Pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan ke wilayahnya.

Lebih lanjut, Otoritas di Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, menyebut satu drone memicu kebakaran di fasilitas minyak strategis yang mengakibatkan tiga warga negara India terluka. Tak hanya itu, militer Inggris melaporkan dua kapal kargo terbakar di perairan sekitar UEA, menambah daftar insiden yang terjadi di kawasan tersebut.

Sementara itu, pihak Iran tidak memberikan konfirmasi langsung terkait serangan yang dituduhkan. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan melalui platform X bahwa Amerika Serikat dan UEA “harus berhati-hati agar tidak terseret kembali ke dalam situasi yang lebih rumit,” tanpa merinci lebih lanjut insiden yang dimaksud.

Selain itu, media pemerintah Iran juga mengutip pejabat militer anonim yang menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA atau fasilitas minyaknya. Dalam penjelasan tersebut, pihaknya justru menuding bahwa insiden yang terjadi merupakan dampak dari “manuver militer Amerika Serikat” dalam upaya membuka jalur yang dianggap tidak sah di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Oleh karena itu, wilayah ini menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah, sehingga gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung pada harga energi global serta stabilitas pasar internasional.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore