Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 02.05 WIB

Prancis Akui Status Negara Palestina, Netanyahu Kecam Keras Keputusan Macron

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rencana Prancis untuk mengakui Negara Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme.” (reuters) - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rencana Prancis untuk mengakui Negara Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme.” (reuters)

JawaPos.com - Jumlah negara yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat terus bertambah. Terbaru adalah Prancis. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat akun media sosialnya.

Pertimbangan utama Macron adalah untuk perdamaian. Keputusan Prancis itu akan disampaikan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. "Sejalan dengan komitmen bersejarah untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya memutuskan Prancis akan mengakui Negara Palestina," kata dia.

Dia menegaskan pengumuman resmi dukungan Prancis itu akan dia sampaikan langsung di Sidang Umum PBB pada September depan. Sambil menunggu momen sidang umum itu, Macron mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza.

"Serta memberikan bantuan kepada warga sipil. Perdamaian itu mungkin terjadi," tandas Macron, yang belum lama ini berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu pemerintah Prancis menegaskan sikap mereka untuk perdamaian di Palestina, khususnya Gaza. Mereka tetap konsisten menentang keberadaan Hamas, yang menurut mereka sebagai kelompok militan di Palestina. Secara tegas Prancis menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.

Seperti dilansir oleh AFP, Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, Hamas selalu mengesampingkan solusi dua negara. 'Dengan mengakui Palestina, Prancis menentang organisasi teroris itu," tegas Jean-Noel Barrot pada Jumat (25/7).

Dengan hadirnya Prancis, maka sekarang sudah ada 142 negara yang mengakui status kenegaraan Palestina. Sementara Amerika Serikat (AS) dan Israel berada di pihak seberang. Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, keputusan Prancis itu sama saja memberikan imbalan kepada teror. Serta berpotensi menimbulkan ancaman eksistensial. Kemudian juga menyediakan landasan peluncuran untuk memusnahkan Israel.

"Kami dengan keras mengecam keputusan Presiden Macron untuk mengakui negara Palestina di dekat Tel Aviv pasca-pembantaian 7 Oktober," tulis Netanyahu di akun X miliknya.

Menurut Netanyahu, Palestina tidak menginginkan negara di samping Israel. Menurut Netanyahu, Palestina menginginkan negara pengganti Israel. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore